Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Hambalang

Empat Bola Panas dari Anas Urbaningrum ke KPK

Dari mobil Harrier, sumbangan kampanye, uang terima kasih, hingga skandal Bank Century

Empat Bola Panas dari Anas Urbaningrum ke KPK
Warta Kota/Henry Lopulalan
Mantan Ketua Partai Demokrat Anas Urbaningrum selesai dipriksa sekitar 9 jam di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/3/2014). Anas diperiksa sebagai tersangka terkait dugaan penerimaan hadiah dalam pembangunan proyek Hambalang.(Warta Kota/Henry Lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM - Para politisi sedang sibuk menggelar kampanye. Anas Urbaningrum, yang sedang dipenjara, tidak ikut berkampanye. Dia mengungkapkan setidaknya empat pengakuan terbaru.

Empat pengakuan itu diungkapkan mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu, bersama pengacaranya, setelah diperiksa sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang di kantor KPK, Jakarta, Jumat (21/3/2014) petang.

Anas, tersangka kasus Hambalang, dan pengacaranya melemparkan empat bola panas kepada KPK.

1. Mobil Harrier

KPK menjerat Anas dengan tuduhan menerima gratifikasi. Barang buktinya mobil Toyota Harrier.

Menurut Anas, mobil itu dibeli dari Nazaruddin, Bendahara Partai Demokrat ketika itu.

Dari mana uangnya? Uang muka pembelian mobil Harrier, menurut pengacara Anas, berasal dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pertanyaannya: Apakah SBY sebagai pemberi uang muka pembelian mobil yang dianggap gratifikasi itu harus diperiksa KPK?

Perta2. Uang Terima Kasih Pemenangan Pemilu

Bukan cuma pemberian uang dari SBY ke Anas untuk membeli Harrier yang patut ditelusuri KPK lebih lanjut.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Dahlan Dahi
Sumber: TribunJakarta
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas