Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penyidik KPK Tunjukkan Empat Kantong Uang Senilai Rp 1,5 Miliar

Jajaran KPK merilis barang bukti hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) kasus suap alih fungsi lahan hutan lindung

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Sanusi
zoom-in Penyidik KPK Tunjukkan Empat Kantong Uang Senilai Rp 1,5 Miliar
Tribunnews.com/Abdul Qodir
Dua penyidik dengan mengenakan topeng (kiri) didampingi pimpinan KPK menggelar barang bukti uang Rp 1,5 miliar dalam jumpa pers di kantor KPK, Jakarta, Kamis (8/5/2014). Uang tersebut didapat dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) kasus suap alih fungsi lahan hutan lindung di kawasan Bojong-Puncak-Cianjur (Bopunjur) ribuan hektare yang melibatkan Bupati Bogor, Rahmat Yasin, sepanjang Rabu (7/5/2014). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jajaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis barang bukti hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) kasus suap alih fungsi lahan hutan lindung di kawasan Bojong-Puncak-Cianjur (Bopunjur) ribuan hektare yang melibatkan Bupati Bogor, Rachmat Yasin, Rabu (7/5/2014) kemarin.

Rilis barang bukti tersebut dilakukan dalam jumpa pers di kantor KPK, Jakarta, Kamis (8/5/2014) malam.

Dalam rilis tersebut, dua penyidik KPK mengenakan topeng hitam mengeluarkan tumpukan uang senilai Rp 1,5 miliar dari empat kantong plastik hitam dan putih.

Tampak bertumpuk-tumpuk uang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu dikeluarkan dari kantong plastik dan diletakkan di meja jumpa pers.

Ketua KPK, Abraham Samad mengatakan, pihaknya menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus suap alih fungsi lahan hutan lindung di Bogor ini.

Ketiganya, yakni Bupati Bogor Rachmat Yasin alias RY dan Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor Muhammad Zairin selaku penerima dan petinggi PT BJA, Francis Xaverius Yoseph Yap alias YY selaku pemberi.

Puluhan wartawan yang mengikuti rilis tersebut sempat kecewa lantaran pihak KPK tidak 'memamerkan' ketiga tersangka. Hal itu dinilai memberikan perlakuan berbeda saat pihak KPK menunjukkan buronan kasus suap SKRT Anggoro Widjojo tertangkap di Tiongkok belum lama ini.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas