Ajudan Dorong Wartawan, Kedatangan Wamen Imipas Silmy Karim di KPK Ricuh
Silmy Karim akhirnya datang ke KPK setelah dicari penyidik. Kedatangannya ricuh saat ajudan mendorong wartawan.
Penulis:
Rahmat Fajar Nugraha
Editor:
Acos Abdul Qodir
Ringkasan Berita:
- Silmy Karim tiba di KPK malam hari setelah diminta kooperatif oleh penyidik.
- Kedatangannya diwarnai dorong-dorongan antara ajudan dan wartawan yang meliput.
- KPK mendalami kasus dugaan korupsi pengurusan izin tinggal warga negara asing.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kedatangan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (3/6/2026) malam, diwarnai kericuhan kecil setelah ajudannya terlibat dorong-mendorong dengan wartawan yang menunggu sejak sore.
Silmy tiba sekitar pukul 22.38 WIB setelah sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan sedang mencari keberadaannya dalam pengembangan kasus dugaan korupsi pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA).
Sorotan lampu kamera langsung mengarah ke pintu masuk saat Silmy turun dari kendaraan.
Sejumlah wartawan yang mencoba meminta keterangan mendekat, namun ajudan Silmy berupaya membuka jalan dengan mendorong awak media.
"Jangan dorong-dorong," teriak sejumlah wartawan di lokasi.
Meski menjadi pusat perhatian, Silmy tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
Ia berjalan menuju lobi Gedung Merah Putih KPK, mengisi buku registrasi, lalu langsung menuju lantai atas tanpa memberikan keterangan.
"Ada yang mau disampaikan Pak?" tanya wartawan.
Silmy tetap memilih diam.
Baca juga: Detik-Detik Dadan Hindayana Dijemput Paksa Kejagung dalam Kasus Dugaan Korupsi MBG
Datang Setelah Diminta Kooperatif
Kedatangan Silmy terjadi beberapa jam setelah KPK mengimbau agar dirinya bersikap kooperatif dan membantu proses penanganan perkara.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan tim penyidik sebelumnya telah mendeteksi keberadaan Silmy di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
"Info terakhir yang tim dapatkan berkaitan dengan keberadaan saudara SK, yang bersangkutan diduga berada di Jakarta dan sekitarnya," kata Budi di Gedung Merah Putih KPK.
Karena itu, KPK meminta Silmy segera mendatangi penyidik.
"Sehingga kami dalam kesempatan ini juga mengimbau kepada yang bersangkutan agar kooperatif, barangkali bisa menyerahkan diri kepada KPK sehingga dapat membantu proses penanganan perkara ini," ujarnya.
Sebelumnya, sekitar pukul 20.07 WIB, KPK juga telah menyampaikan bahwa tim masih melakukan pencarian terhadap sejumlah pihak yang dibutuhkan dalam pengembangan perkara.