Menjelang Lengser, SBY Arungi 3 Negara Selama 2 Pekan
Selama Presiden berada di luar negeri, tugas-tugas dalam negeri akan ditangani oleh Wakil Presiden Boediono.
Editor:
Rendy Sadikin
Dalam kesempatan kunjungan ini, Presiden SBY juga akan meresmikan Indonesian Muslim Association in America (IMAAM) Center. IMAAM Center adalah lokasi yang akan menjadi tempat warga Muslim di Washington DC berkumpul serta beribadah. Presiden SBY juga akan bertemu dan berdialog dengan tokoh-tokoh Muslim AS guna membahas perkembangan terkini di dunia Islam, termasuk instabilitas di kawasan Timur Tengah.
Agenda lainnya adalah meresmikan Patung Saraswati di KBRI Washington, dan menerima penghargaan dari The United States-Indonesia Society (USINDO). SBY juga akan memberikan kuliah umum di George Washington University.
"Kehadiran Presiden Yudhoyono di beberapa forum pembahasan multilateral lainya selagi New York, akan juga dimanfaatkan untuk memperjuangkan agenda-agenda strategis Indonesia, baik terkait isu tata kelola pemerintahan maupun pembangunan berkelanjutan," kata Faiz.
Rangkaian lawatan Presiden SBY akan ditutup dengan kunjungan ke Kyoto, Jepang pada tanggal 28 September. Di Kyoto, Presiden SBY akan menerima gelar Honoris Causa dari Universitas Ritsumeikan.
"Gelar Doktor Honoris Causa yang akan diterima Presiden Yudhoyono dari Universitas Ritsumeikan dapat dimaknai sebagai penghargaan atas upaya Presiden Yudhoyono yang didukung masyarakat Indonesia dalam memajukan hubungan dan kerjasama bilateral Indonesia-Jepang dalam sepuluh tahun terakhir ini," kata Faiz.
Di Kyoto pula, Presiden SBY akan bertemu dan bertukar pikiran dengan sahabat-sahabat Indonesia di Jepang, baik dari kalangan pelaku ekonomi maupun pakar-pakar, mengenai kesinambungan upaya membangun hubungan bilateral yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Jepang. Presiden dijadwalkan bertolak dari Jepang pada tanggal 30 September dan tiba di Jakarta pada tanggal 1 Oktober 2014.