Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Pengamat: Partai Demokrat Diminta Tak Abstain dalam Penentuan RUU Pilkada

Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia, Ray Rangkuti, mengatakan rakyat berharap Partai Demokrat tidak melakukan politik cuci tangan

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Sanusi
zoom-in Pengamat: Partai Demokrat Diminta Tak Abstain dalam Penentuan RUU Pilkada
Tribunnews/JEPRIMA
Para pengguna jalan saat melintas di depan mural politik yang bertuliskan Waki Rakyat = Pilihan Rakyat Bukan Pejabat # Reacting Tolak RUU Pilkada di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (24/9/2014). (Tribunnews/Jeprima) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia, Ray Rangkuti, mengatakan rakyat berharap Partai Demokrat tidak melakukan politik cuci tangan dengan mengambil sikap abstain dalam penentuan Rancangan Undang Undang (RUU) Pilkada.

"Kepada Partai Demokrat, semoga tidak berpolitik cuci tangan dengan memilih opsi abstain," ungkap Ray kepada Tribunnews.com, Jakarta, Kamis (25/9/2014).

Partai Demokrat telah memastikan sikap mendukung mekanisme pemilihan kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat. Namun, ada sepuluh syarat yang diminta Demokrat agar dimasukkan ke dalam RUU Pilkada.

Syarat tersebut dianggap untuk perbaikan pelaksanaan Pilkada langsung yang sudah berjalan 10 tahun terakhir. Namun, perkembangan terakhir Demokrat mengancam akan menarik dukungan jika sepuluh syarat itu tak dipenuhi.

"Filosofinya sebaiknya dimulai dengan pilkada langsung dengan 10 perbaikan. Bukan 10 perbaikan untuk pilkada langsung," kata Ray.

Ray mengatakan, memilih opsi abstain bernilai mendukung pilkada melalui DPRD. "Tegakkan sikap untuk menyelamatkan yang prinsip yakni pilkada langsung," katanya.

Lebih lanjut dia berharap kepada anggota dewan, dari fraksi manapun di DPR RI. "Ini saatnya kita sama-sama berdiri di depan untuk menyelamatkan demokrasi yang telah dinikmati hasilnya selama 10 tahun terakhir."

Berita Rekomendasi

"Khususnya kepada anggota dewan yang tidak terpilih lagi, berikanlah kado terindah di ujung masa baktimu kepada rakyat Indonesia dengan memilih opsi pilkada langsung. Kelak, kado ini akan senantiasa dikenang dari individu anggota DPR yang berani berbeda dengan pandangan fraksinya demi menegakkan hak dan kedaulatan rakyat," ujarnya.

Jika melihat komposisi, sebagai pemenang pemilu, Demokrat menguasai kursi terbesar parlemen dengan 148 kursi. Pendukung Pilkada melalui DPRD adalah Koalisi Merah Putih yaitu Partai Golkar (106), PPP (38), PAN (46), PKS (57), dan Partai Gerindra (26.

Sementara, partai politik yang mendukung pilkada secara langsung, yaitu PDI Perjuangan (94), PKB (28), dan Partai Hanura (17). Jika ditambah suara Demokrat, maka akan mencapai 287 suara. Sedangkan partai politik pendukung pilkada oleh DPRD sebanyak 273 kursi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas