Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Panglima TNI: Kapal Kita Selalu Terkendala Bahan Bakar

"Di peta memang terlihat sempit, tapi begitu masuk laut sangat luas. Kendalanya bahan bakar. Ini persoalan yang selalu dirasakan TNI AL,"

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rahmat Patutie
Editor: Y Gustaman
zoom-in Panglima TNI: Kapal Kita Selalu Terkendala Bahan Bakar
Tribunnews.com/Wahyu Aji
Panglima TNI Jenderal MOeldoko. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rahmat Patutie

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Moeldoko menegaskan akan menggalakkan perintah Presiden Joko Widodo terkait penenggalaman kapal nelayan asing pencuri ikan di perairan Indonesia.

Di balik niat baik pemerintah menjaga kedaulatan perairan Indonesia dari pencurian kapal nelayan asing, kapal TNI AL memiliki kendala berupa ketersediaan bahan bakar. Sehingga kapal yang beroperasi tidak banyak.

"Laut kita sangat luas. Di peta memang terlihat sempit, tapi begitu masuk laut sangat luas. Kendalanya bahan bakar. Ini persoalan yang selalu dirasakan TNI AL," ujar Moeldoko di Mabes TNI, Jakarta, Senin (22/12/2014).

Jenderal Moeldoko menyebutkan, untuk kapal patroli yang digunakan menjaga perairan Indonesia membutuhkan biaya yang tak sedikit dalam sekali beroperasi.

"Sekali jam operasi untuk kapal jenis frigat membutuhkan Rp 900 juta, itu juga cuma sampai di ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif). Kalau kejadiannya di Ujung Berung bagaimana? Tidak sampai-sampai," katanya.

Selain itu, dia menyatakan pesawat tempur yang digunakan TNI juga tidak bisa sembarang langsung asal menembak kapal yang dicurigai milik nelayan asing, sebab ada aturan internasional.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun ia memastikan tak akan memihak terhadap pelaku pencuri ikan. "Kami akan tegas jalankan perintah presiden. Kami akan tegas, tak akan tawar menawar. Bukan lambat, tapi semua butuh ruang dan waktu," tambahnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas