Zulkifli Hasan Ajak Kader PAN Junjung Tinggi Moral
Moral, kemanusiaan dan kemajemukan haruslah menjadi acuan dalam berpikir, bertindak dan berinteraksi, baik ke dalam maupun keluar organisasi.
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Husein Sanusi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan mengatakan, menghadapi kontestasi pemilihan ketua umum yang akan dilaksanakan pada Kongres PAN Februari 2015 semua pihak menjunjung tinggi moral, kemanusiaan dan kemajemukan.
Ia mendorong siapapun menggunakan cara-cara elegan dalam meraih kursi Ketua Umum PAN, bukan menggunakan cara-cara tidak pantas seperti kampanye hitam.
"Moral, kemanusiaan dan kemajemukan haruslah menjadi acuan dalam berpikir, bertindak dan berinteraksi, baik ke dalam maupun keluar organisasi. Juga dalam meraih posisi Ketua Umum," katanya, Jumat (23/1/2015).
Zulkifli Hasan menjadi korban kampanye hitam yang diduga dilakukan pihak-pihak yang ingin mempertahankan status quo yang menolak melakukan regenarasi.
Ia menilai, ini merupakan reaksi yang lumrah dari pihak yang tengah kalap dan panik. Kita tidak usah membenci apalagi memusuhi mereka. Zul mengajak bertarung pemikiran dan program untuk kemajuan PAN.
"Kita harus ingat kembali pemikiran founding father PAN bahwa semenjak kelahirannya partai ini bertujuan menjunjung tinggi dan menegakkan kedaulatan rakyat, keadilan, kemajuan material dan spiritual," katanya.
Ia menyebut cita-cita partai berakar pada moral, kemanusiaan dan kemajemukan. Inilah yang menjadi acuan kita bersama. Pemikiran tersebut belum usang dan masih sangat relevan dengan kondisi kekinian dan masa depan bangsa ini.
Upaya menjatuhkan reputasinya telah berlangsung lama dengan berbagai cara dan semakin intens semenjak dia mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PAN. Zul tidak memasalahkan semua isu tentang dirinya selama sesuai fakta.
"Saya sengaja tidak berlebihan merespon agar proses hukum itu sendiri yang akan menjelaskan bahwa saya tidak melakukan yang dituduhkan," jelas Zul.
Ia lebih menyerahkan penilaian kepada kader. Saya hanya mengingatkan bahwa PAN adalah partai yang berakar pada moral, kemanusiaan dan kemajemukan. Kampanye hitam ini bertentangan dengan nilai-nilai tersebut.
"Saya menghimbau semua kader untuk mengacu nilai-nilai PAN karena pikiran dan tindakan yang mengacu pada nilai-nilai tersebut akan memberdayakan kita semua untuk lebih otonom atau mandiri, memberikan penilaian yang lebih jernih dan rasional, walaupun ada kampanye hitam," kata Zul. (Eko Sutriyanto)