Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tanggapan KPK Terhadap Putusan Hakim Kristanto Sahat

Menurut Johan Budi, hakim memiliki pertimbangan tersendiri dalam mengambil keputusan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Tanggapan KPK Terhadap Putusan Hakim Kristanto Sahat
TRIBUN/DANY PERMANA
Pelaksana tugas Pimpinan KPK Johan Budi SP melakukan konferensi pers bersama Jaksa Agung, Menkopolhukam, Plt Kapolri, dan Menkumham di Gedung KPK, Jakarta, Senin (2/3/2015). KPK melimpahkan kasus rekening gendut Budi Gunawan kepada Kejaksaan dengan alasan Budi Gunawan telah menang pra peradilan melawan KPK. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan tanggapan atas putusan Hakim tunggal Kristanto Sahat yang menolak gugatan praperadilan yang diajukan oleh Mukti Ali, pedagang sapi di Banyumas.

Putusan Kristanto berbeda dengan yang dihasilkan oleh Sarpim Rizaldi yakni hakim memimpin sidang praperadilan yang diajukan oleh Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan.

Menurut Plt pimpinan KPK, Johan Budi kewenangan hakim bersifat independen dan tidak bisa disamakan. Menurutnya, hakim memiliki pertimbangan tersendiri dalam mengambil keputusan.

"Cara pandang (hakim) kan bisa berbeda. Karena setiap hakim itu punya kewenangan independen. Mungkin praperadilan yang disampaikan itu bisa berbeda dengan yang di Purwokerto," kata Johan di gedung BPK, Rabu (11/3/2015).

Dalam putusan sidang gugatan praperadilan yang diajukan Mukti Ali di Pengadilan Negeri Purwokerto, Kristanto menyebutkan bahwa penetapan tersangka bukan ranah praperadilan.

Keputusan Kristanto berbeda dengan keputusan Hakim Sarpin Rizaldi dalam kasus penetapan tersangka Komisaris Jenderal Budi Gunawan.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas