Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Badan Penanggulangan Terorisme Lansir Penyandang Dana ISIS

Gerakan radikal itu disokong dana dari pengusaha-pengusaha kaya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Badan Penanggulangan Terorisme Lansir Penyandang Dana ISIS
Kompas.com
Warga Mesir itu diarak di sepanjang pantai sebelum dipaksa untuk berlutut dan dipenggal oleh kaum militan ISIS. BNPT sebut dana ISIS banyak dan penyandang dananya para pengusaha kaya di Arab. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irfan Idris mengatakan jaringan ISIS tidak akan sulit merekrut para anggotanya walaupun harus membayar gaji yang cukup tinggi.

Menurutnya, gerakan radikal itu disokong dana dari pengusaha-pengusaha kaya.

"ISIS mendapat kucuran dari orang-orang kaya atau pengusaha di Saudi Arabia, Kuwait maupun negara Arab lain. Dan ISIS dalam mencari dana itu mudah, apalagi ISIS banyak menguasai sumber minyak," kata Irfan dalam diskusi BNPT bincang santai di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (19/5/2015).

Menurutnya, para anggota ISIS juga diajarkan dalam hal perekrutaan anggota baru, yang fokus targetnya adalah keluarga ataupun teman.

Dengan cara mengajarkan jihad yang imbalannya adalah mendapatkan jaminan surga.

"Mereka juga akan mengiming-imingi doktrin dengan pintu surga di depan mata jika lakukan jihad," kata Irfan.

Ditambahkan pengamat terorisme dari Universitas Indonesia Nasir Abbas, banyak kalangan yang rela menjadi sumber pendanaan untuk warga negara Indonesia (WNI) yang ingin bergabung dengan ISIS.

Rekomendasi Untuk Anda

"Banyak dermawan yang mau ‎berangkatkan mereka," katanya.

Alasan mereka dibiayai menurut Nasir, karena mereka kebanyak sudah memasuki usia tua. Karena usia mereka yang sudah tak memungkinkan untuk berperang, maka mereka berinfaq sebagai salah satu jalan lain jihad.

‎"Pendanaan banyak sumbernya. kalau di ISIS itu banyak. Belum lagi di sana, timur tengah itu lahan minyak juga banyak. ISIS juga mau menyumbang dan membiayai mereka yang mau bergabung," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas