Kondisi Terbaru Andrie Yunus Setelah Disiram Air Keras: Kini Jalani Fisioterapi
KontraS hingga kini belum memperoleh informasi terbaru dari tim dokter mengenai persentase kemampuan penglihatan Andrie.
Penulis:
Mario Christian Sumampow
Editor:
Hasanudin Aco
Ringkasan Berita:
- Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, masih menjalani pemulihan di RSCM setelah disiram air keras pada Maret 2026.
- Menurut Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya, Andrie telah menjalani beberapa terapi fisioterapi dan menunggu operasi lanjutan pada mata kanannya.
- Dokter sebelumnya memasang penyangga untuk mencegah kerusakan hingga retina.
- Saat ini, kemampuan penglihatan mata kanan Andrie baru sebatas merespons cahaya.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus hingga saat ini masih menjalani proses pemulihan di RSCM sejak mengalami penyiraman air keras oleh oknum BAIS TNI pada 12 Maret lalu.
Serangkaian operasi pada bagian tubuhnya, terutama mata kanan, sudah berkali-kali dilakukan. Terbaru, Andrie baru saja melakukan terapi fisioterapi.
“Terakhir kondisinya beliau sudah menjalani beberapa terapi fisioterapi untuk mengembalikan lagi fungsi-fungsi motorik tubuhnya,” kata Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya kepada wartawan, Sabtu (06/06/2026).
Selain itu Andrie juga sedang dalam masa menunggu untuk proses operasi berikutnya untuk bagian mata kanan.
“Dan sedang menunggu operasi selanjutnya untuk bagian mata kanannya,” lanjut Dimas.
Tim dokter sebelumnya telah memasang penyangga pada mata kanan Andrie untuk mencegah cairan air keras merembes lebih dalam hingga mencapai retina.
Dimas menjelaskan tindakan tersebut dilakukan pada April lalu.
Langkah itu diambil untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.
"Itu supaya air kerasnya tidak penetratif sampai ke retina. Yang mana kalau sampai retina, berarti kemungkinan dia untuk bisa melihat itu 0 persen," jelasnya.
Dimas mengatakan operasi selanjutnya akan difokuskan untuk memastikan kondisi bola mata Andrie masih utuh serta menilai kemungkinan pemulihan fungsi penglihatannya.
"Jadi langkah tindakan selanjutnya itu untuk memastikan apakah kondisi bola matanya masih utuh dan masih bisa ditingkatkan fungsi penglihatannya," ucapnya.
Meski demikian, KontraS hingga kini belum memperoleh informasi terbaru dari tim dokter mengenai persentase kemampuan penglihatan Andrie.
Sebab proses asesmen masih dilakukan secara berkala.
Ia mengungkapkan keterangan dokter yang pernah disampaikan saat menjadi saksi dalam persidangan di Pengadilan Militer menyebut kondisi mata Andrie saat ini baru mampu merespons cahaya.
Kasus Andrie Yunus
Kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, terjadi di Jalan Salemba 1, Jakarta Pusat, pada Kamis tengah malam, 12 Maret 2026.