Trump Tegur Netanyahu: Saya Bosnya, Bukan Anda, Kesepakatan Iran Ditentukan AS
Presiden AS Trump mengatakan AS yang menentukan akhir kesepakatan dengan Iran, bukan Netanyahu, menegaskan Israel harus tunduk pada keputusan AS.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nuryanti
Ringkasan Berita:
- Presiden AS Donald Trump menegaskan keputusan terkait konflik Iran berada di tangan Washington, bukan Israel.
- Trump meminta Benjamin Netanyahu tidak membalas serangan Iran agar peluang tercapainya kesepakatan damai tetap terbuka.
- Trump menyebut AS hampir mencapai kesepakatan dengan Iran, tetapi tetap membuka opsi militer jika perundingan gagal.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan keputusan akhir mengenai perang Iran berada di tangan AS, bukan Israel.
Trump menegur sekutunya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang kembali meluncurkan serangan terhadap Lebanon dan membalas serangan Iran.
Presiden dari Partai Republik itu menegaskan ia akan memaksa Netanyahu untuk menyetujui kesepakatan dengan Iran karena AS yang memimpin proses tersebut.
"Dia tidak akan punya pilihan. Saya yang menyelesaikan semua masalah. Saya yang menyelesaikan semua masalah. Netanyahu tidak menyelesaikannya," kata Trump kepada Financial Times, Senin (8/6/2026).
"Keputusan akhir mengenai masalah ini berada di tangan Washington," ujar Trump.
"Saya adalah pengambil keputusan, saya adalah pengambil keputusan mutlak, dan dia (Netanyahu) bukanlah pengambil keputusan," katanya menegaskan peran AS dalam perang Iran.
Trump mengatakan serangan Iran terhadap Israel tidak berdampak pada upaya AS untuk mengakhiri perang.
"Kita lihat saja bagaimana akhirnya. Tapi serangan roket ke Israel adalah serangan yang sama sekali tidak menghasilkan apa pun. Itu adalah salah satu hal yang telah berlangsung selama 3.000 tahun, atau 47 tahun, tergantung bagaimana Anda menghitungnya," kata Trump.
Ketika ditanya apa yang akan terjadi jika kesepakatan semacam itu gagal, Trump mengatakan dia akan mempertimbangkan untuk melakukan serangan komando ke Iran.
"Pertama, itu berarti mungkin kita akan turun tangan dan menangani wilayah yang belum kita tangani secara militer. Atau itu hanya berarti kita akan mempertahankan blokade terhadap Iran, karena blokade itu mungkin lebih kuat daripada serangan apa pun yang pernah dilakukan terhadap negara itu," kata Trump.
Baca juga: Netanyahu Abaikan Permintaan Trump: Israel Serang Iran, Ledakan Terdengar di Tehran, Isfahan, Tabriz
Trump Sempat Minta Israel Tak Membalas Iran
Pada 7 Juni malam waktu setempat, Iran menembakkan rudal balistik ke Israel utara, menandai serangan pertama sejak gencatan senjata 8 April.
Serangan tersebut merupakan tanggapan Iran atas serangan udara Israel di Lebanon, salah satu front yang disebut Iran sebagai salah satu syarat mengakhiri perang.
Trump meminta Netanyahu untuk menghentikan serangannya di Lebanon guna membuka peluang diplomasi untuk mengakhiri perang.
Ia juga meminta Israel untuk tidak menanggapi serangan Iran.
“Serangan Iran tidak melukai siapa pun. Mudah-mudahan, Israel tidak akan membalas. Jika Bibi membalas, itu hanya akan terus berlanjut seperti 47 tahun terakhir, atau 3.000 tahun terakhir," kata Trump, seperti diberitakan The Times of Israel, Minggu (7/6/2026).