Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menteri Agraria: Merusak Tanah dan Sumberdaya Air Hukumannya Sama Dengan Koruptor

Menteri Ferry Mursyidan Baldan mengatakan, mengambil atau merusak tanah merupakan salah satu tindakan korupsi terhadap alam.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Wahyu Aji
zoom-in Menteri Agraria: Merusak Tanah dan Sumberdaya Air Hukumannya Sama Dengan Koruptor
Tribunnews/Dany Permana
Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Mursyidan Baldan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan mengatakan, mengambil atau merusak tanah merupakan salah satu tindakan korupsi terhadap alam.

"Korupsi juga bukan hanya soal keuangan, tapi merusak tanah merupakan tindakan korupsi, sanksi yang diberikan harus sama, tapi belum diatur," kata Ferry dalam pidato pelantikan dirinya menjadi anggota kehormatan Perhimpunan Mahasiswa Pencinta Alam (PMPA) Palawa Universitas Padjajaran (Unpad), Sabtu (28/3/2015) sore.

Menurutnya sebidang tanah menjadi komoditi penting bagi ruang hidup masyarakat. Dirinya menjelaskan, dalam teks lagu Indonesia Raya jelas disebutkan, betapa pentingnya tanah.

"'Hiduplah tanahku, hiduplah negeriku', kenapa tanah disebut lebih dahulu? Karena harus ada tanah baru negara. Mencintai alam bukan semata-mata cinta pada hakekat kemanusiaan. Begitu juga tanah, ketika dirusak akan membalas pada pelaku perusakan. Ini visi Kementerian kami akan dikembakangkan kesana," kata Ferry.

Lebih lanjut Ferry menyebutkan, Kementerian ATR/BPN dibawah kepemimpinnanya bakal dikembangkan untuk memberikan manfaat kepada seluruh pihak terkait masalah tanah.

"Untuk itu, kelestarian alam bukan hanya fisik semata. Sumber air tak boleh dirusak," kata Ferry.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas