Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Survei: Tingkat Kepuasan Masyarakat terhadap Pemerintahan Jokowi-JK Rendah

Tingkat kepuasan terhadap Kabinet Kerja yang dibentuk Jokowi-JK hanya 44 persen.

Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Survei: Tingkat Kepuasan Masyarakat terhadap Pemerintahan Jokowi-JK Rendah
Warta Kota/Warta Kota/henry lopulalan
Presiden Joko Widodo dan Wakit Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat dengan kementerian, BUMN dan badan usaha lainnya di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (16/2). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla rendah.

Hasil survei yang dilakukan Poltracking Institute menunjukkan, tingkat kepuasan terhadap Kabinet Kerja yang dibentuk Jokowi-JK hanya 44 persen.

Direktur Eksekutif Poltracking Institute Hanta Yudha menjelaskan, angka 44 persen merupakan gabungan persentase antara responden yang puas dan cukup puas dengan kinerja Jokowi. Namun, Hanta tidak mengungkap secara rinci berapa persentase masing-masing.

"Sebanyak 44 persen itu tingkat kepuasan pemerintah dan kabinet. Itu gabungan antara yang cukup puas dan sangat puas," ujar Hanta kepada Kompas.com, Kamis (16/4/2015).

Sementara itu, untuk tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Jokowi, Hanta menuturkan, jumlahnya hanya sekitar 47 persen.

Persentase lebih rendah diraih Wapres Jusuf Kalla yang hanya mampu mencapai 44,8 persen.

Menurut Hanta, rendahnya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja kabinet disebabkan adanya sejumlah kebijakan yang diambil Jokowi-JK.

BERITA REKOMENDASI

Di bidang ekonomi, misalnya, keputusan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi cukup membuat rakyat menjerit.

Pasalnya, masyarakat harus dihadapkan pada tingginya harga jual bahan pokok yang menjadi kebutuhan sehari-hari.

"Belum lagi tingkat kepuasan terhadap persoalan hukum. Perseteruan KPK-Polri kemarin menjadi salah satu penyebab rendahnya persentase," katanya.

Survei ini dilakukan terhadap 1.200 responden di 34 provinsi pada 23-30 Maret 2015. Adapun metode yang digunakan ialah multistage random sampling dengan cara tatap muka. Tingkat margin of error survei ini 2,9 persen.

Penulis: Dani Prabowo

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas