Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kejagung: Pengadaan 16 Mobil Listrik Bermasalah

Dahlan memerintahkan sejumlah BUMN menjadi sponsor pengadaan mobil listrik

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kejagung: Pengadaan 16 Mobil Listrik Bermasalah
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan usai diperiksa di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Kamis (4/6/2015). Dahlan Iskan diperiksa sebagai saksi terkait dugaan korupsi pengadaan proyek pembangunan 21 gardu induk Jawa-Bali-Nusa Tenggara Barat senilai Rp 1.063 triliun. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapuspenkum Kejagung, Tonny Spontana mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara dari para saksi dinyatakan pengadaan 16 mobil listrik sama sekali tidak bisa dipergunakan.

"Hasil pemeriksaan sementara jaksa penyidik bahwa pengadaan 16 mobil listrik tersebut tidak bisa dipergunakan sama sekali sehingga dianggap bermasalah," ujar Tony, Rabu (10/6/2015) di Kejagung.

Tony melanjutkan lantaran mobil listrik itu tidak bisa digunakan, sehingga keenam mobil tersebut dihibahkan ke 6 perguruan tinggi yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Brawijaya (Unibraw), dan Universitas Riau‎ meski tidak ada kerjasama.

Tony melanjutkan kini jaksa penyidik terus memeriksa dan mencari alat bukti untuk menetapkan tersangka atau pihak yang bertanggung jawab atas adanya dugaan penyimpangan saat Dahlan Iskan menjabat sebagai Menteri BUMN.

Dimana saat itu, Dahlan memerintahkan sejumlah BUMN menjadi sponsor pengadaan mobil listrik untuk mendukung kegiatan operasional konferensi APEC tahun 2013, di Bali.

Namun mobil tersebut tidak bisa digunakan. Akibatnya, ketiga BUMN tersebut mengalami kerugian dan jaksa kini tengah menghitung jumlah pasti kerugiannya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas