Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

5.000 Pemuda dari Berbagai Daerah Kumpul di Jakarta, Suarakan Semangat Persatuan Indonesia

Gema Pemuda 2026 dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pemuda, pemerintah, organisasi masyarakat, hingga mitra internasional.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: willy Widianto
Editor: Willem Jonata
zoom-in 5.000 Pemuda dari Berbagai Daerah Kumpul di Jakarta, Suarakan Semangat Persatuan Indonesia
HO/IST
GEMA PEMUDA 2026 - Riuh suara ribuan anak muda memenuhi Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, sepanjang akhir pekan hingga awal Juni 2026. Di tengah parade budaya, pertunjukan seni, diskusi lintas sektor, hingga pawai obor nasional, semangat persatuan yang pernah melahirkan tonggak sejarah bangsa kembali dihidupkan. Melalui Gema Pemuda 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Ruang kolaborasi yang mempertemukan pemuda, pemerintah, organisasi masyarakat, hingga mitra internasional dalam satu ruang yang sama.
  • Gema Pemuda 2026 bukan sekadar agenda peringatan sejarah
  • Sebagian besar panitia merupakan pelajar SMA dan mahasiswa berusia di bawah 21 tahun.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Riuh suara ribuan anak muda memenuhi Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, sepanjang akhir pekan hingga awal Juni 2026. Di tengah parade budaya, pertunjukan seni, diskusi lintas sektor, hingga pawai obor nasional, semangat persatuan yang pernah melahirkan tonggak sejarah bangsa kembali dihidupkan.

Melalui Gema Pemuda 2026, ribuan generasi muda dari berbagai daerah berkumpul bukan hanya untuk merayakan sejarah, tetapi juga membangun gagasan tentang masa depan Indonesia melalui kolaborasi, kepemimpinan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Baca juga: Tekad Pemuda Lereng Merbabu Merintis Bisnis Domba Kurban, Jadikan KUR BRI Teman Berjuang

Kegiatan yang berlangsung pada 30 Mei hingga 1 Juni 2026 tersebut diselenggarakan oleh Ikatan Ketua Pejuang Perempuan Indonesia (IKPPI) bersama sekitar 60 organisasi perempuan dalam rangka memperingati 100 tahun Kongres Pemuda Pertama 1926.

Menggandeng Pupuk Kaltim, kegiatan ini diikuti sekitar 5.000 pemuda dari berbagai wilayah Indonesia. Selain menghadirkan kegiatan budaya, pemberdayaan ekonomi, hingga penguatan sektor pertanian, peserta juga mendapat kesempatan berdialog langsung dengan perwakilan 12 kementerian.

Ketua IKPPI, Sinda Sutadisastra, mengatakan Gema Pemuda 2026 dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pemuda, pemerintah, organisasi masyarakat, hingga mitra internasional dalam satu ruang yang sama.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, kegiatan tersebut bahkan mendapat perhatian dari berbagai pihak internasional dengan hadirnya perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta sejumlah lembaga kepemimpinan muda di kawasan ASEAN.

“Diharapkan dengan dukungan PBB dan Pupuk Kaltim ke depannya pemuda Indonesia dapat menjadi jembatan terciptanya kerja sama di berbagai bidang, seperti International Trade Center dengan petani-petani kopi Indonesia,” kata Sinda Sutadisastra di sela kegiatan, Senin (1/6/2026).

Tak hanya itu, menurut Sinda, forum tersebut juga mulai membuka ruang kolaborasi lintas negara. Salah satunya datang dari lembaga kepemimpinan muda ASEAN yang mendorong kerja sama antara Indonesia dan Filipina dalam pengembangan generasi muda.

Bagi IKPPI, Gema Pemuda 2026 bukan sekadar agenda peringatan sejarah. Sinda mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi wadah pemberdayaan perempuan sekaligus ruang belajar langsung bagi generasi muda untuk mengenal kepemimpinan.

“Kami mempromosikan pemberdayaan perempuan sebagai mentor kepemimpinan dan ketahanan keluarga. Sebagian besar panitia merupakan pelajar SMA dan mahasiswa berusia di bawah 21 tahun. Mereka dilibatkan langsung dalam penyelenggaraan acara nasional agar memiliki pengalaman memimpin,” katanya.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti beragam kegiatan yang mengangkat tema pertanian kota dan desa, budaya, ekonomi kreatif, hingga penguatan karakter kebangsaan.

Hari pertama diisi parade silat pendekar Nusantara, pertunjukan seni tradisional bernuansa modern, fashion show batik dan tenun, hingga sesi mentoring bersama BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Memasuki hari kedua, fokus kegiatan bergeser pada penguatan sektor UMKM dan ketahanan pangan melalui parade budaya daerah, bazar kuliner Nusantara, hingga forum diskusi kelompok bersama 12 kementerian.

Dalam forum tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai strategi pemasaran produk melalui pasar konvensional, platform digital, hingga peluang ekspor. Mereka juga mendapat edukasi mengenai pengelolaan ketahanan pangan keluarga dan strategi penghematan kebutuhan rumah tangga.
Menurut Sinda, keterlibatan berbagai kementerian menunjukkan dukungan nyata terhadap pembangunan kapasitas generasi muda Indonesia.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas