Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tragis, Dua Kali Kehilangan Adik karena Kecelakaan Hercules

Pasalnya, kakak Kopda Saryanto yang bernama Sudiyono juga tewas dalam kecelakaan pesawat Hercules pada 5 Oktober 1991.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Tragis, Dua Kali Kehilangan Adik karena Kecelakaan Hercules
TRIBUN MEDAN/DEDY SINUHAJI
Keluarga korban pesawat Hercules C-130 milik TNI AU yang jatuh menangis histeris usai melihat jenazah keluarganya di Rumah Sakit Adam Malik, Medan, Rabu (01/07/2015). Jatuhnya pesawat Hercules C-130, selasa 30 juni kemarin, pada pukul 12.08 WIB saat hendak menuju Tanjung Pinang tersebut mengakibatkan seratusan orang meninggal dunia. Tribun Medan/Dedy Sinuhaji 

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Kecelakaan pesawat Hercules kembali menimbulkan rasa pilu di tengah keluarga Kopda Saryanto (38), salah satu korban tewas jatuhnya pesawat Hercules di Medan, Sumatera Utara, Selasa (30/6/2015).

Pasalnya, kakak Kopda Saryanto yang bernama Sudiyono juga tewas dalam kecelakaan pesawat Hercules pada 5 Oktober 1991.

Muryanto (48), kakak Kopda Saryanto, mengingat masa lalu ketika Kopda Saryanto, mulai bercita-cita menjadi penerbang. Saat itu, Saryanto yang masih duduk di kelas I SMP melihat Sudiyono memakai seragam penerbang.

"Cita-citanya sejak kecil memang ingin jadi penerbang mengikuti jejak kakaknya. Saat SMP, dia melihat Sudiyono, dan ingin jadi penerbang," ujar Muryanto, Rabu (1/7/2015).

Muryanto lalu menuturkan bahwa Sudiyono tewas dalam kecelakaan pesawat Hercules di Condet saat melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Bandung.

"Tahun 1991, pesawatnya kecelakaan di Condet. Saat itu, dia (Sudiyono) sedang pendidikan di AURI Bandung," ungkapnya.

Dia pun tak menyangka peristiwa yang menimpa Sudiyono pada tahun 1991 juga kembali terjadi pada Kopda Saryanto.

Rekomendasi Untuk Anda

Berita kecelakaan pesawat Hercules C-130 itu awalnya sampai kepadanya melalui televisi. Setelah itu, keluarganya menerima kepastian dari personel Paskhas yang datang ke rumah.

Muryanto juga sempat menuturkan bahwa Saryanto, anak bungsu dari sembilan bersaudara, sempat mampir ke Yogyakarta pada Mei silam untuk menjemput istri dan anaknya, Alia Afifah, yang baru berusia tujuh bulan, untuk dibawa ke Pekanbaru, Riau. Karena bertugas di sana, Kopda Saryanto ingin bisa berkumpul bersama keluarganya.

"Dia bertugas di Pekanbaru, Riau. Mei kemarin datang untuk menjemput anak dan istrinya," katanya.(Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma)

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas