Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Luhut: Perlu Penilaian Ulang Pesawat ke Daerah Terpencil

Luhut Panjaitan ‎menilai harus ada evaluasi sistem operasi dan kontrol penerbangan yang melewati wilayah pegunungan Papua.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Luhut: Perlu Penilaian Ulang Pesawat ke Daerah Terpencil
AFP PHOTO/BASARNAS
Foto yang direkam oleh Basarnas pada Senin (17/8/2015) memperlihatkan jejak kecelakaan pesawat Trigana Air ATR 42-300 di kawasan Oksibil, Papua, sehari setelah dinyatakan hilang usai lepas landas dari Jayapura. Pesawat tersebut membawa 54 orang termasuk awak pesawat dalam penerbangannya menuju Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang. AFP PHOTO / BASARNAS 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Kepala Staf Kepresidenan, Luhut Panjaitan ‎menilai harus ada evaluasi sistem operasi dan kontrol penerbangan yang melewati wilayah pegunungan Papua. Perlu ada penilaian ulang terhadap pesawat yang melintasi daerah tersebut.

Demikian dikatakan Luhut menyikapi kejadian pesawat Trigana Air nomor penerbangan 257 rute Jayapura-Oksibil yang hilang kontak kemarin, Minggu (16/8/2015) sore.

"Paling penting ke depan pengecekan daerah perintis (daerah terpencil) perlu penilaian ulang pesawat, prosedur dan instrumen landing systemnya," kata Luhut di kantor Kemenkopolhukam, Selasa‎ (18/8/2015).

Sejauh ini, menurut Luhut, peralatan pemandu pesawat untuk melalui wilayah terpencil Papua masih minim. Oleh karena itu pesawat-pesawat yang terbang menuju wilayah terpencil itu harus dilengkapi teknologi yang canggih.

"Alat-alat pemandu pesawat itu juga sangat minim ketika melewati daerah printis," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas