Fraksi PAN: Ketimbang Gaduh, Anggota DPR Perbanyak Produk Legislasi
Fraksi PAN DPR RI meminta anggota dewan lintas fraksi tak lagi bikin gaduh dan fokus menyelesaikan legislasti yang banyak tertunda.
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Y Gustaman
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Qodir
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fraksi PAN DPR mengakui minimnya legislasi atau undang-undang yang dihasilkan menjadi catatan negatif setahun masa kerja DPR periode 2014-2019.
Mereka meminta anggota dewan semua fraksi tak lagi gaduh soal perebutan pimpinan hingga alat kelengkapan DPR pascaperubahan Undang-Undang MD3 seperti berlangsung di awal masa kerja mereka.
"Ya jangan gaduh lagi biar fokus untuk menjalankan tugas dan fungsi DPR," kata Sekretaris Fraksi PAN, Yandri Susanto, melalui pesan singkatnya kepada Tribunnews.com di Jakarta, Kamis (1/10/2015).
Dalam catatan Tribunnews.com, baru dua rancangan undang-undang yang telah disahkan atau dihasilkan DPR bersama pemerintah dalam setahun masa kerja dari 35 RUU yang masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas).
Menurut dia, rendahnya legislasi yang dihasilkan, maka ke depan para anggota DPR harus lebih mengoptimalkan kerjanya. "Dan juga DPR harus lebih sensitif terhadap isu-isu kerakyatan yang lagi susah sekarang," kata Yandri.
Yendri memberikan beberapa usulan untuk meningkatkan produk legislasi DPR. Di antaranya, pengurangan jumlah hari masa reses sehingga sidang-sidang pembahasan RUU di DPR mendapatkan porsi waktu lebih banyak, setiap komisi bersama pemerintah harus fokus untuk melahirkan undang-undang yang sudah masuk di Prolegnas.
"Di dalam rapat pleno fraksi kami sendiri sudah diinstruksikan agar semua anggota fokus di masing-masing komisi dalam hal pembahasan RUU," beber dia.