Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Bela Negara

Ahok: Program Bela Negara Jangan Dipaksakan

Meski demikian, seharusnya program bela negara, bisa dimulai dengan mata pelajaran.

Ahok: Program Bela Negara Jangan Dipaksakan
Tribunnews.com/Amriyono Prakoso
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, meyakini ruang publik terpadu ramah anak dapat mengurangi kekerasan seksual terhadap anak. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menyatakan setuju dengan program bela negara.

Namun, menurut Ahok, program tersebut tidak bisa dipaksakan.

"Saya kira semua negara harus lakukan, bukan paksaan memang, kewajiban kok," kata Ahok, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2015).

Meski demikian, menurut Ahok, bahwa seharusnya program bela negara, bisa dimulai dengan mata pelajaran.

Termasuk melalui resimen mahasiswa (menwa).

"Saya kira bagus saja program bela negara. Misal contoh kan ada Menwa (resimen mahasiswa), menurut saya seperti program-program masukin ke mata pelajaran itu sudah bagus. Mulai dari pelajaran saja dulu," jelasnya.

Bela negara tersebut, dilakukan sebagai upaya dalam meningkatkan nasionalisme masyarakat.

Beberapa pelatihan, juga bisa dilakukan dengan penggunaan senjata.

"Sekarang kalau suatu hari negara kita diserang. Kamu angkat senjata enggak? Harusnya angkat senjata dong kalau kita patriot. Tapi kalau angkat senjata, senjatanya enggak tahu kayak apa? Mau nembak enggak tahu kunci, enggak tahu kokang? Ya dibunuh orang kita. Menurut saya bagus, tapi bukan paksa semua orang harus ikut," katanya. (Mohamad Yusuf)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas