Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jokowi Disebut Keras Kepala, Istana Tetap Tunggu Hasil MKD

Dalam transkrip itu, disebut-sebut ada yang menyebut Presiden Jokowi keras kepala.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Jokowi Disebut Keras Kepala, Istana Tetap Tunggu Hasil MKD
Harian Warta Kota/henry lopulalan
Sekretaris Kabinet Pramono Anung 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pihak Istana Kepresidenan tetap tidak ingin menanggapi perihal pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden yang diduga dilakukan oleh Ketua DPR Setya Novanto dalam negosisasi kontrak karya Freeport.

Baru-baru ini, beredar transkrip negosiasi tersebut lengkap berdurasi 1 jam 27 menit.

Dalam transkrip itu, disebut-sebut ada yang menyebut Presiden Jokowi keras kepala.

Menanggapi itu, Sekretaris Kabinet, Pramono Anung mengatakan pihaknya tetap menyerahkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (DPR).

"Karena kami sudah bersepakat, MKD sebagai insitutsi untuk menyelesaikan masalah ini karena menyangkut nama-nama yang disebut dalam rekaman itu. Maka dipersilakan MKD menyelesaikan," ujar Pramono di kantornya, Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (1/12/2015).

Pramono mengaku dirinya sudah mendengar rekaman tersebut.

Ia pun mengetahui adanya pembicaraan itu.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, Pramono mengatakan pihaknya kembali mempercayakan semuanya ke Mahkamah Kehormatan Dewan.

"Presiden berulang kali menyampaikan berilah kesempatan pada MKD untuk bekerja sebaik mungkin. jangan ada intervensi dan apapun yang dihasilkan MKD publik akan sangat menuggu itu," ucap Pramono.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas