Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

SE Ujaran Kebencian Diterapkan ke Kelompok yang Diskriminatif

Proses diskriminasi terhadap dua kelompok tersebut diawali adanya ujaran kebencian berupa klaim

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in SE Ujaran Kebencian Diterapkan ke Kelompok yang Diskriminatif
Nurmulia Rekso Purnomo/Tribunnews.com
Tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL), Ulil Abshar Abdalla 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tokoh Islam liberal Ulil Abshar Abdalla angkat bicara soal keputusan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengeluarkan Surat Edaran (SE) No. SE/6/X/2015 tentang Penanganan Ujaran Kebencian atau hate speech.

Menurutnya, surat edaran ini ditujukan untuk internal kepolisian berisi tentang cara penanganan kasus ujaran kebencian di media sosial ini, menghasut orang secara sistematis untuk melakukan diskriminasi terhadap kelompok tertentu.

"Contohmya kampanye anti syiah. Ini penyesatan, diskrimunasi, juga kekerasan. Ini masalah serius," kata Ulil dalam diskusi dengan judul ujaran kebencian dan masa depan kebebasan di LBH Jakarta, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (1/12/2015).

Ia mencontohkan kelompok agama yang selama ini menjadi korban ujaran kebencian tersebut, diantaranya Syiah dan Ahmadiyah.

Menurutnya, proses diskriminasi terhadap dua kelompok tersebut diawali adanya ujaran kebencian berupa klaim yang dikeluarkan oleh badan agama tertentu.

Politikus Partai Demokrat itu mengatakan, serangan dan diskriminasi terhadap kaum minoritas berawal dari upaya penyebaran hasutan secara sistematis kepada publik

Rekomendasi Untuk Anda

"Berkali kali serangan terhadap Ahmadiyah kalau ditelusuri bermula dari hate speech. Karena mula-mula mereka di brain wash diberikan pemahaman bahwa Ahmadiyah dan syiah adalah kelompok sesat. Yang paling banyak mendapat ujaran kebencian adalah dua kelompok tersebut," kata Ulil.

Terkait hal tersebut, Pendiri Jaringan Islam Liberal (JIL) itu mempertanyakan mengenai tujuan diterbitkannya SE Ujaran Kebencian tersebut.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas