Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sibuk Urus Nikahan Anak, Setya Novanto Jarang Terlihat di DPR

Ketua DPR Setya Novanto beberapa waktu belakangan tidak terlihat di Kompleks Parlemen.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Sibuk Urus Nikahan Anak, Setya Novanto Jarang Terlihat di DPR
TRIBUNNEWS.COM/Ferdinand Waskita
Setya Novanto 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPR Setya Novanto beberapa waktu belakangan tidak terlihat di Kompleks Parlemen.

Bahkan, Novanto juga tidak menghadiri acara Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK) yang diselenggarakan KPK di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (3/12/2015).

Novanto tengah disorot terkait dugaan pencatutan nama presiden dan wakil presiden dalam negosiasi perpanjangan kontrak Freeport Indonesia.

Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) sedang menggelar persidangan kasus tersebut.

Ketua DPP Golkar Tantowi Yahya angkat bicara mengenai hal itu.

Ia menduga Novanto tidak banyak terlihat akhir-akhir ini karena sedang disibukkan dengan persiapan resepsi putrinya besok malam.

Rekomendasi Untuk Anda

"Bisa dibayangkan kesibukan orangtua dalam mempersiapkan resepsi pernikahan yang akan dihadiri oleh banyak orang-orang penting dan pejabat tinggi," kata Tantowi di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (3/12/2015).

Tantowi lalu menanggapi bukti rekaman dalam kasus Novanto yang diperdengarkan pada persidangan MKD kemarin.

Menurutnya, dengan rekaman yang sudah diperdengarkan membuat kasus tersebut menjadi terang.

"Hal yang selama ini temaram menjadi terang benderang," ungkapnya.

Ia mencontohkan apa saja yang dibicarakan ketiga orang dalam rekaman itu akhirnya diketahui.

Karena, selama ini publik hanya mengetahui sepotong rekaman itu.
Rekaman itu berisi suara Ketua DPR Setya Novanto, Pengusaha Reza Chalid, dan Presiden Direktur Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.

"Selama ini karena yang kita ketahui hanya sepotong. Dengan dibuka, alur pembicaraan jadi jelas termasuk siapa ngomong apa," katanya.

Tantowi menambahkan Fraksi Golkar tetap mengikuti proses persidangan di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas