Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Haryono Isman: Wafatnya Suhardiman Harus Jadi Momen Pemersatu Partai Golkar

Politisi Partai Demokrat, Hayono Isman berharap meninggalnya Mayjen (Purn) Suhardiman menjadi momentum rekonsiliasi Partai Golkar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Valdy Arief
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Haryono Isman: Wafatnya Suhardiman Harus Jadi Momen Pemersatu Partai Golkar
Tribunnews.com/ Valdy Arief
Hayono Isman 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Valdy Arief.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi Partai Demokrat, Hayono Isman berharap meninggalnya Mayjen (Purn) Suhardiman menjadi momentum rekonsiliasi Partai Golkar.

"Harapan saya, sahabat saya di Partai Golkar menggunakan momentum ini untuk mengatasi perpecahan," kata Hayono Isman di rumah duka kawasan Cipete, Jakarta, Senin (14/12/2015).

Suhardiman merupakan pendiri SOKSI (Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia) sekaligus pendiri Sekretaris Bersama Golongan Karya yang merupakan cikal bakal partai Golkar

"Tinggalkan kepentingan kelompok, lihatlah kepentingan rakyat untuk bersatu kembali," imbuh Hayono.

Mantan Menteri Pemuda dan Olargara era Presiden Soeharto ini menilai Partai Golkar punya sejarah panjang, perpecahannya berdampak pada pembangunan demokrasi Indonesia.

Sebagai informasi, setelah terpilihnya kembali Abu Rizal Bakrie sebagai Ketua Umum Partai Golkar dalam Munas Bali pada 2014, partai berlogo pohon beringin itu pecah.

Rekomendasi Untuk Anda

Agung Laksono dan beberapa kader lain yang mengadakan Munas di Ancol, Jakarta.

Hasil munas tersebut, mengangkat Agung sebagai ketua umum partai.

Perkembangan terakhir dari polemik partai warisan Orde Baru ini Mahkamah Agung memenangkan gugatan dari kubu Munas Bali dan menyatakan Abu Rizal Bakrie sebagai ketua umum yang sah.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas