Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah Allya Korban Malapraktik Pengobatan Chiropractic

Alfian Helmy Hasjim, ayah Allya Siska Nadya (33), mengenang sosok anaknya yang diduga menjadi korban malapraktik pengobatan chiropractic.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Sugiyarto
zoom-in Kisah Allya Korban Malapraktik Pengobatan Chiropractic
Thinkstockphotos
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Alfian Helmy Hasjim, ayah Allya Siska Nadya (33), mengenang sosok anaknya yang diduga menjadi korban malapraktik pengobatan chiropractic.

Mantan Vice President Communication PT PLN itu mencoba menahan tangis saat bercerita mengenai anak bungsu pemberi semangat dan warna di keluarga itu.

Dia menilai Allya sosok pekerja keras.  Selama 8 sampai 10 jam setiap hari, wanita itu bekerja di depan komputer.  Ini membuatnya sering mengeluh sakit di punggung sebelah kiri.

Tak kuasa menahan rasa sakit, Allya sempat memeriksakan kesehatan ke Rumah Sakit Pondok Indah pada 2014. Hasil rontgen menunjukan ada kelainan di tulang belakang.

Pada awalnya, dia menjalani pengobatan di fisioterapi. Namun, setelah 3 bulan, keluhan itu kembali datang.

Hingga akhirnya, dia melihat promosi klinik Chiropractic First di Pondok Indah Mall (PIM) 1. Dia mengikuti program 40 kali yang dibayar senilai Rp 17 juta.

Rekomendasi Untuk Anda

"Datang ke klinik itu tujuan untuk sehat. Sebenarnya tidak ada masalah saat datang pada 5 Agustus 2015. Dia melihat ada promosi (Chiropractic First,-red) bisa mengembalikan kelainan tulang belakang di PIM," tutur Alfian kepada wartawan, Jumat (8/1/2016).

Hasil rontgen di Rumah Sakit Pondok Indah dibawa ke klinik Chiropractic First di Pondok Indah Mall (PIM) 1.

Oleh pihak Chiropractic First hasil ronteng ini menjadi rujukan untuk menjalani pengobatan.

Dokter Randall Cafferty asal Amerika Serikat menangani pengobatan Allya.

Dia dibantu seorang penerjemah yang berkomunikasi secara langsung dengan pasien.

Ada keinginan dari Allya supaya  segera sembuh karena ingin fokus menjalani pendidikan S2 di Paris, Prancis.

Alangkah terkejut ibu Allya saat mengantar anaknya menjalani pengobatan.

Sebab, ada beberapa gerakan menekan tulang pada titik tertentu.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas