Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

IPW: Penyidik KPK Bergaya Tjakrabirawa

Jelas KPK dalam pengeledahan kemarin memperlihatkan sikap yang sangat arogan

Penulis: Johnson Simanjuntak
zoom-in IPW: Penyidik KPK Bergaya Tjakrabirawa
TRIBUNNEWS.COM/Ferdinand Waskita
Suasana saat Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bersitegang dengan penyidik KPK saat penggeledahan di ruangan fraksi PKS. Fahri Hamzah menolak kehadiran Brimob bersenjata laras panjang saat penggeledahan berlangsung. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Neta S Pane mendukung langkah Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah melawan para penyidik KPK yang melakukan pengeledahan tanpa menggunakan SOP dan melanggar peraturan dan perundang-undangan.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch,  Neta memahami langkah Fahri yang melawan gaya ala pasukan Tjakrabirawa para penyidik KPK yang berani membentak-bentak pimpinannya.

“Jelas KPK dalam pengeledahan kemarin memperlihatkan sikap yang sangat arogan dan mengedepankan gaya militeristik. Gaya KPK ini mirip dengan pasukan Tjarabirawa dulu yang berani mendatangi rumah para jenderal. Saya sangat menyesalkan sikap-sikap yang seperti ini dan saya mendukung langkah Fahri melawan gaya KPK yang seperti ini,” ujar Neta S Pane di Jakarta, Sabtu (16/1/2016).

Neta mengatakan, sikap KPK yang membawa aparatur Brimob bersenjata lengkap sangat disesalkan karena selain melanggar prosedur penggunaan senjata di Polri, juga pengeledahan yang dilakukan dilandasi oleh surat yang salah dan tidak jelas dan pihak-pihak yang digeledah belum ditetapkan tersangka oleh KPK.

"KPK harusnya memahami bahwa  ada azas hukum praduga tidak bersalah," katanya

“Saya lihat surat perintah penyidikannya, disana tertulis hanya satu nama, yang lainnya hanya dan kawan-kawan dan tanggal disana juga tidak tertulis tanpa bulan yang jelas. Jelas prosedur mereka salah, tapi  masih berlagak arogan. Kalau orang salah dan  ngotot, jelas arogan namanya. Seluruh 560 anggota DPR kan kawan-kawan Damayanti, apa itu memberi kewenangan KPK untuk menggeledah seluruh ruangan di DPR? Apa arti kawan-kawan disana? kawan-kawan SMA? Kawan bermain? kawan separtai atau apa? Kan tidak jelas,” katanya.

BERITA REKOMENDASI

Dengan langkah ini, maka menurut Neta, KPK justru seperti melemahkan sendiri lembaganya dan juga melemahkan sendiri upaya penyidikan yang mereka lakukan.

“Ini kalau melihat videonya KPK justru dilemahkan oleh perilaku anggotanya sendiri. Penyidikan terhadap orang yang tertangkap tangan pun bisa dibatalkan oleh pengadilan karena bukti-bukti yang didapatkan secara ilegal. Apa ini kesengajaan KPK? Kok aparatnya  seperti tidak tahu hukum,” ujarnya.

Neta meminta pimpinan KPK untuk segera mengambil tindakan keras dan tegas terhadap anggotanya  yang seperti itu karena sudah membahayakan institusi KPK dan penyidikan yang dilakukan KPK sendiri.

”Penyidik arogan harus dipecat, jangan sampai sikap-sikap  seperti ini berkembang di KPK. Kita tidak butuh penyidik KPK bergaya Tjakrabirawa,” tegasnya.

Dia  pun mengingatkan Fahri Hamzah untuk juga mengambil tindakan terhadap jajaran kesekjenan dan MKD yang menurut para penyidik KPK memberikan izin pada mereka.

”Pihak kesekjenan DPR juga harus bisa menjaga marwah DPR. Biro hukum kan bisa mencegah dan tidak mengizinkan pasukan Brimob bersenjata masuk ke DPR. Masak biro hukum tidak tahu hukum?,” ujarnya.

Neta pun berharap, seluruh anggota DPR mendukung sikap  Fahri Hamzah karena bagaimanapun lembaga DPR harus dijaga marwah dan kehormatannya.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas