Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Niat Rico Mengantar Sepupunya Melamar Kerja Berakhir di Pos Polisi Sarinah

Rico tewas ketika lima terduga teroris menyerang kawasan Sarinah melalui bom bunuh diri dan tembakan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Niat Rico Mengantar Sepupunya Melamar Kerja Berakhir di Pos Polisi Sarinah
AP / VERI SANOVRI
Foto ini dirilis oleh agensi berita China Xinhua, seorang pria tak dikenal dengan senjata, terduga pelaku, terlihat setelah ledakan menghantam kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, 14 Januari 2016. Serangkaian ledakan menewaskan sejumlah orang, terjadi baku tembak antara polisi dan beberapa orang yang diduga pelaku. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Niat Rico mengantarkan Anggun Kartikasari (24) melamar kerja di kawasan Sarinah, berakhir di Pos Polisi Sarinah, Kamis (14/1/2015) lalu.

Rico tewas ketika lima terduga teroris menyerang kawasan Sarinah melalui bom bunuh diri dan tembakan.

Rico merupakan sepupu Anggun. Anggun berasal dari Kendal, Jawa Tengah.

Sebelum tewas, Rico dan Anggun menggunakan motor Honda Supra.

Rencananya, Rico yang memboncengi Anggun akan memenuhi undangan interview salah satu perusahaan di kawasan Sarinah.

Namun, sebelum sampai di lokasi, Rico dan Anggun dicegat polisi saat tiba di daerah MH Thamrin.

Rico pun digelandang ke pos polisi karena diduga melanggar lalu lintas.

Rekomendasi Untuk Anda

Wilayah Thamrin tidak diperkenankan untuk dilalui sepeda motor lantaran termasuk jalur protokol.

"Kan di situ (Thamrin) motor enggak boleh lewat. Jadi, (Rico) ditilang dan dibawa ke pos situ. Enggak lama (pos) meledak," kata paman Rico, Suparno di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat (15/1/2016).

Saat Rico menuju pos polisi di Sarinah, Anggun memilih berdiri tidak jauh dari sekitar pos polisi. Namun, nahasnya, tidak berapa lama kemudian, ledakan terjadi di pos polisi Sarinah.

Anggun mengalami cedera parah usai ledakan. Ia selamat setelah ditolong pengendara Go-Jek. Sementara Rico yang mengenakan sweater merah dan celana jins tewas.

"Rico yang tergeletak di pos itu," ujar Suparno.

Kepastian Rico tewas setelah keluarga memperoleh foto jenazah korban.

Wajah Rico yang masih bisa dikenali, dan informasi dari kerabat yang bekerja di kepolisian, menguatkan kabar bahwa Rico tewas dalam serangan berdarah di kawasan MH Thamrin tersebut.

Suparno menambahkan, pihak keluarga masih menunggu izin dari kepolisian untuk membawa pulang jasad Rico.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas