Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

IPW: Densus Seperti Eksekutor Sebabkan Teroris Kian Ganas

Aksi teror yang terus merebak dan makin banyaknya jumlah pengikut kelompok teroris sebagai dampak dari buruknya pola penangkapan yang dilakukan Densus

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adi Suhendi
zoom-in IPW: Densus Seperti Eksekutor Sebabkan Teroris Kian Ganas
Kompas.com
Logo Densus 88 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aksi teror yang terus merebak dan makin banyaknya jumlah pengikut kelompok teroris sebagai dampak dari buruknya pola penangkapan yang dilakukan Densus 88 Antiteror Polri selama ini.

Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) mengungkapkan dalam melakukan penangkapan Densus 88 cenderung bergaya algojo mengeksekusi mati tersangka di lapangan.

"Padahal tugas Polri adalah melumpuhkan dan membawa tersangka ke dalam proses hukum dan bukan mengeksekusi matinya di lapangan," kata Neta kepada tribunnews.com, Selasa (19/1/2016).

Dikatakan Neta, cara-cara yang dilakukan Densus 88 menyiksa dan mengeksekusi mati tersangka dalam penangkapan telah melahirkan dendam kesumat yang luar biasa, terutama terhadap Polri.

"Di luar dugaan, pola penangkapan ini telah melahirkan sikap simpati untuk ikut 'berjihad' melakukan balas dendam, baik dari para keluarga
tersangka maupun kelompok-kelompok radikal lainnya," ucapnya.

Lanjut dia, tak heran arus keberangkatan para simpatisan kelompok radikal ke Suriah kian banyak dan diam-diam mereka kembali ke Indonesia setelah bergabung dengan ISIS.

Kasus Bahrun Naim misalnya, semula dia bukan teroris.

Rekomendasi Untuk Anda

Naim hanya teknisi komputer yang suka mengkritisi sikap Densus di media-media online Islam.

Tahun 2010 Naim tiba-tiba ditangkap di jalanan dan disiksa.

Naim dituduh menyimpan senjata dan peluru.

Saat itu juga di facebooknya muncul sikap simpati anak-anak muda pada nasib Naim.

Mereka mencaci maki Densus dan Bahrun Naim divonis 2,5 tahun.

Lepas dari penjara Naim ke Suriah kemudian bergabung dengan ISIS.

Begitu juga dengan anak Imam Samudra yang masih remaja ke Suriah.

Akibatnya muncul generasi teroris yang turun temurun yang akan menyulitkan bagi bangsa ini untuk mengatasinya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas