Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pesan Jokowi: Rancangan UU Jangan Disusupi Pesan Sponsor

Presiden berikan arahan bahwa yang penting kualitas bukan kuantitas.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pesan Jokowi: Rancangan UU Jangan Disusupi Pesan Sponsor
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/Rusman/Setpres
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memimpin Sidang Kabinet Paripurna - Arah Kebijakan 2016 di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (8/12). Sidang tersebut membahas persiapan pelaksanaan pilkada serentak, penyederhanaan nomenklatur dalam anggaran, disusul dengan membahas program prioritas dan pemanfaatan anggaran 2016. TRIBUNNEWS.COM/Rusman/Setpres 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo telah memberi arahan kepada para menteri agar Rancangan Undang-Undang (RUU) yang masuk ke dalam Program Legislasi Nasional tahun 2016 tidak disusupi pesan sponsor.

"Presiden berikan arahan bahwa yang penting kualitas bukan kuantitas. Presiden juga berikan arahan supaya Undang-Undang harus betul-betul demi kesejahteraan rakyat, demi kepentingan negara, tidak boleh pesan sponsor," ujar Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta (21/1/2016).

Untuk menghindari adanya pesanan sponsor tersebut, Yasonna mengatakan, Presiden Jokowi ingin Kementerian Hukum dan HAM menjadi sektor pemimpin atau leading sector dalam perundang-undangan.

Sehingga, lanjut Yasonna, semua Rancangan Undang-Undang yang diajukan harus melalui satu pintu untuk diserahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat.

"Maka seluruh Rancangan Undang-Undang pemerintah harus satu pintu. Tidak boleh lagi disusupkan, kementerian masukkan langsung ke DPR misalnya karena tidak berhasil kita sinkronisasi ke pemerintah. Ini betul-betul kita mau menjaga konteks RUU kita ke depan," kata Yasonna.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas