Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Presiden Jokowi Tidak Konsisten Dalam Pemberantasan Korupsi

Kata Abdullah, Presiden memiliki kuasa untuk menghentikan pembahasan revisi tersebut.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Presiden Jokowi Tidak Konsisten Dalam Pemberantasan Korupsi
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Abdullah Hehamahua 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo dinilai tidak konsisten dalam upaya pemberantasan korupsi.

Bekas penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi, Abdullah Hehamahua, mengatakan sudah banyak janji-janji Jokowi yang tidak ditepati.

Abdullah kembali menyoroti janji Jokowi ketika calon presiden.

Setelah jadi, kata dia, Presiden justru mencalonkan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai Kapolri.

"Padahal beliau sudah tahu rekomendasi KPK sudah dikasih stabilo. Tapi kemudian beliau tidak setuju. Beliau tidak konsisten," kata Abdullah saat diskusi bertajuk 'Senjakala KPK' di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (6/2/2016).

Abdullah kembali mengkritik politikus PDI Perjuangan itu mengenai revisi Undang-Undang Nomor 30 tahun 2002 tentang KPK.

Kata Abdullah, Presiden memiliki kuasa untuk menghentikan pembahasan revisi tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Jika Presiden memutuskan tidak setuju dan tidak ikut pembahasan, revisi tersebut tidak akan jadi.

"Undang-undang itu jadi domain Presiden dan DPR. Tinggal Presiden bilang kami tidak setuju amandemen (revisi, red) dan kami tidak ikut pembahasan," tukas Abdullah.

Sekadar informasi, Revisi UU KPK resmi masuk dalam Program Legislasi Nasional tahun 2016. DPR juga telah mengundang rapat dengar pendapat dengan KPK untuk membahasa revisi tersebut.

Revisi tersebut berkutat pada empat hal yakni pembentukan Depan Pengawas, Penyelidik dan penyidik independen, penyadapan, kewenangan menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas