Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gerakan Radikal dan Terorisme Susupi Organisasi Kemahasiswaan

Serangkaian aksis teror yang terjadi menunjukkan ancaman radikalisme

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Gerakan Radikal dan Terorisme Susupi Organisasi Kemahasiswaan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah perwakilan dari berbagai organisasi lintas agama berjabat tangan usai membacakan deklarasi damai sat acara apel kebhinekaan lintas iman bela negara di Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (17/1/2016). Apel kebhinekaan yang dihadiri oleh berbagai organisasi dari berbagai agama mengambil tema menolak radikalisme, terorisme, dan narkoba. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Fenomena global gerakan radikal dan teroris di Indonesia semakin menggurita dan menjadi ancaman bersama.

Dimulai dengan peristiwa bom Bali tahun 2002, disusul bom di Kedubes Australia di Jakarta, bom Bali II hingga bom di Jalan MH Thamrin pada 14 Januari 2016 di Jakarta.

Serangkaian aksis teror yang terjadi menunjukkan ancaman radikalisme dan terorisme di Indonesia sangat nyata.

Sepanjang tahun 2002 sampai 2009, kelompok Jamaah Islamiyah yang berafiliasi dengan kelompok teroris internasional Al Qaida, dipandang sebagai pihak yang menjadi otak dari serangkaian aksi teror di Indonesia.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr Tri Nuke Pudjiastuti mengatakan, hasil riste yang dilakukan pihaknya menemukan pola-pola gerakan radikal di Indonesia.

"Salah satunya melalui penyusupan pada organisasi-organisasi kemahasiswaan tingkat kampus yang sebagian besar terdapat di perguruan tinggi non-keagamaan," kata Nuke dalam diskusi dengan judul 'Membedah pola gerakan radikal di Indonesia' di kantor LIPI, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kamis (18/2/2016).

Menurutnya, kelompok radikal di Indonesia, Jamaah Anshar Khilafah (JAK) yang berafiliasi dengan kelompok teroris internasional Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dipandang bertanggungjawab atas peristiwa bom Thamrin.

Rekomendasi Untuk Anda

"Peristiwa bom Thamrin tersebut menunjukan bahwa ISIS juga merupakan ancaman nyata di Indonesia," kata Nuke.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas