Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sentil Logika Prabowo 'Rakyat Desa Nggak Pakai Dolar', PDIP: Pengusaha Tahu-Tempe Menjerit

Djarot mempersilakan Prabowo menjelaskan lebih lanjut apa makna pernyataannya ihwal pelemahan rupiah terhadap dolar AS

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Sentil Logika Prabowo 'Rakyat Desa Nggak Pakai Dolar', PDIP: Pengusaha Tahu-Tempe Menjerit
Tribunnews.com/Danang Triatmojo
PELEMAHAN RUPIAH - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Djarot Saiful Hidayat ditemui usai pembekalan dan bimtek anggota fraksi PDIP DPRD tingkat provinsi, kabupaten dan kota se-Indonesia, kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara, Sabtu (30/5/2026). Djarot mempersilakan Prabowo menjelaskan lebih lanjut apa makna pernyataannya ihwal pelemahan rupiah terhadap dolar AS 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Djarot Saiful Hidayat menyentil logika dari pernyataan Presiden Prabowo Subianto. Prabowo sebelumnya menyatakan bahwa dampak kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah, tidak berdampak pada rakyat di desa lantaran mereka tidak menggunakan dolar dalam aktivitas sehari-hari.

Djarot menegaskan, pelemahan nilai rupiah yang kini menyentuh kisaran Ro17.800 per 1 dolar AS turut memicu kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok dan bahan baku impor yang pada akhirnya membebani rakyat, termasuk penduduk pedesaan.

Ia mencontohkan kenaikan bahan baku impor seperti kedelai yang berdampak besar bagi pengusaha tahu dan tempe. 

"Kalau rakyat desa nggak terdampak langsung ya, karena dia tidak menggunakan dolar, iyalah. Tapi harga-harga lihat, melambung tinggi sekarang ini. Misalnya contoh ya, ini pengusaha tahu dan tempe itu menjerit karena harga kedelai itu naik ya. Kalau misalnya terus-terusan seperti ini bisa tutup itu," kata Djarot usai acara pembekalan dan bimbingan teknis (bimtek) bagi ribuan anggota fraksi PDIP DPRD tingkat provinsi, kabupaten, dan kota dari seluruh Indonesia, di kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara, Sabtu (30/5/2026).

Selain itu Djarot menekankan bahwa kenaikan harga dolar memiliki efek domino yang dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat di berbagai daerah. 

Kenaikan harga barang-barang pokok juga menjadi bukti nyata dampak tersebut, tak terkecuali bagi rakyat di desa.

"Jadi artinya harga dolar naik itu sangat berpengaruh kepada kenaikan harga kebutuhan pokok rakyat. Jadi secara tidak langsung rakyat desa pasti terdampak, Anda terdampak, kita semuanya terdampak gitu loh ya," jelas dia.

Rekomendasi Untuk Anda

Djarot pun mempersilakan Prabowo sebagai kepala negara menjelaskan lebih lanjut apa makna pernyataannya ihwal pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang tidak berdampak bagi rakyat pedesaan.

"Jadi ya biar presiden lah bisa menjelaskan apa maknanya dolar naik rakyat desa tidak terdampak ya," paparnya.

Prabowo Singgung Dolar

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang tengah menjadi perhatian publik. 

Prabowo mengimbau jajarannya dan masyarakat untuk tetap tenang karena meyakini fundamental ekonomi nasional saat ini dalam kondisi yang kuat. 

Di depan para menteri Kabinet Merah Putih dan kepala daerah, Prabowo berkelakar mengenai pergerakan nilai tukar mata uang asing tersebut. 

Ia mengaitkan situasi ekonomi nasional dengan ekspresi dari Menkeu RI Purbaya Yudhi Sadewa.

"Purbaya sekarang populer banget Purbaya itu. Selama Purbaya bisa senyum, tenang aja, enggak usah kau khawatir itu," seloroh Presiden Prabowo saat menghadiri peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Presiden Prabowo juga mengatakan bahwa fluktuasi nilai mata uang global ini sebenarnya tidak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat pedesaan. 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas