Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Adik Amrozi Sebut Teror Sianida Lebih Sulit Ketimbang Bom Bunuh Diri

Pihak Kepolisian mengimbau anggotanya untuk meningkatkan kewaspadaan terkait adanya dugaan rencana serangan teroris menggunakan sianida (cyanide).

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Gusti Sawabi
zoom-in Adik Amrozi Sebut Teror Sianida Lebih Sulit Ketimbang Bom Bunuh Diri
wahyu Aji
Ali Fauzi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pihak Kepolisian mengimbau anggotanya untuk meningkatkan kewaspadaan terkait adanya dugaan rencana serangan teroris menggunakan sianida (cyanide).

Polda Jawa Timur bahkan sudah mendeteksi adanya serangan terhadap anggotanya.

Menanggapi hal tersebut, mantan teroris Ali Fauzi menilai, pergeseran dari teror bom ke teror sianida bukanlah hal yang baru.

"Saya pikir juga yang lagi hangat berita sianida, menurut saya ini bukan opepasi baru, tahun 2014 mereka pernah mencoba mengekstrak buah jarak dan kemudian ada salah satu polsek di Jakarta kalau ngga salah di Kebayoran jadi target, tapi kemudian disitu gagal," kata Ali beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut adik kandung pelaku bom Bali Amrozi ini menyebut, teror sianida lebih sulit ketimbang bom bunuh diri.

"Karena orang itu harus tahun dimana polisi makan, dimana polisi minum. Dan harus dekat dengan polisi. Saya pikir ini jauh lebih sulit daripada operasi-operasi yang lain," kata Ali.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelumnya diberitakan, Polda Jatim sudah menerbitkan Surat Telegram Rahasia (STR) kepada seluruh jajaran dibawahnya. STR itu juga menyebutkan rencana kelompok teroris yang akan memberi atau mengirim makanan bercampur sianida kepada polisi.
Rencana teroris ini disebut terinspirasi kasus Jessica dan Mirna.

Melalui STR itu pula Kapolda Jatim, Irjen Pol Anton Setiadji minta anggotanya waspada saat makan di warung atau menerima makanan dari orang tak dikenal.

Kapolda pun minta anggotanya mengingatkan anggota lainnya terkait himbauan ini. Selain itu, Kapolda juga minta anggotanya mensosialisasikan modus baru ini.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengakui keluarnya STR itu. Tapi dia enggan berkomentar banyak soal STR itu.

"STR itu memang ada. Tapi khusus internal," kata Argo singkat, Minggu (14/2/2016).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas