Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Pelindo II

Terlalu Prematur Kaitkan Penetapan Tersangka Adik BW Dengan Deponering

Haryadi merupakan adik kandung Mantan Komisioner KPK Bambang Widjojanto.

Terlalu Prematur Kaitkan Penetapan Tersangka Adik BW Dengan Deponering
Eri Komar Sinaga/Tribunnews.com
Haryadi Budi Kuncoro 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Arsul Sani menilai terlalu dini mengaitkan penetapan tersangka Haryadi Budi Kuncoro (HBK) dengan deponering Bambang Widjojanto.

Haryadi merupakan adik kandung Mantan Komisioner KPK Bambang Widjojanto.

"Nanti kita lihat, masih terlalu prematur mengaitkan itu," kata Arsul di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (8/3/2016).

Ia meminta semua pihak membiarkan proses hukum berjalan.

Bila melihat ada kejanggalan, Politikus PPP itu mengatakan Haryadi memiliki hak untuk mempraperadilankan penetapan tersangka oleh Bareskrim Polri.

Sedangkan Anggota Komisi III DPR Lainnya Muhammad Syafii mengatakan pihaknya akan mengawasi kasus tersebut.

"Kalau ada intervensi terhadap penyidik, mengganggu sistem yang ada kita akan awasi pelaksanaannya sesuai koridor hukum," kata Syafii.

Sebelumnya,‎ Haryadi Budi Kuncoro (HBK) yang juga adik Mantan pimpinan KPK, Bambang Widjojanto telah berstatus tersangka di kasus dugaan korupsi 10 unit mobile crane di PT Pelindo II.

Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Pencucian Uang, Bareskrim Polri, Kombes Golkar Pangarso mengatakan peran HBK ialah turut serta membantu dalam pengadaan 10 unit mobile crane.

"Dia (HBK) bersama-sama dengan FN, jadi pembantulah. Kan di Tipikor tidak bisa sendiri, karena itu sistem," tegas Golkar, Selasa (8/3/2016) di Mabes Polri.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas