Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

4 Pakar Berbagi Tips Amati Gerhana Matahari Total Yang Aman

Kerusakan pada retina akan dirasakan dalam bentuk penglihatan yang kabur selama beberapa jam sampai minggu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in 4 Pakar Berbagi Tips Amati Gerhana Matahari Total Yang Aman
youtube
Petugas Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer-Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (BPAA-LAPAN) Pontianak memasang teleskop di teras Masjid Raya Mujahidin, Pontianak, supaya jemaat bisa menyaksikan gerhana Matahari total. 

Karena itu masyarakat dapat menyaksikan fenomena tersebut di tempat‑tempat yang disediakan oleh pemerintah atau lembaga swasta yang tengah melakukan pengamatan atau penelitian.

Jika dilakukan hal tersebut dirasa lebih aman, karena tentu akan ada peringatan dari pihak‑pihak yang bersangkutan.

3. Dr Armanto Sidohutomo SpM, dokter spesialis mata

Hal senada juga disampaikan Dokter spesialis mata meminta agar masyarakat tak melihat langsung atau dengan matatelanjang proses Gerhana Matahari pada Rabu (9/3/2016) pagi.

Alasan hal tersebut tak boleh dilakukan karena proses gerhana matahari secara langsung sangat membahayakan mata.

Matahari yang dihalangi bulan akan memancarkan cahaya yang tajam ke arah mata.

Sama halnya kayak laser kalau diarahkan ke mata, tidak nyeri, tapi bisa mengakibatkan kerusakan makula.

Rekomendasi Untuk Anda

Bahkan karena cahaya matahari terlalu kuat bisa membakar makula yang merupakan pusat penglihatan yang terletak pada retina mata.

Saat mata melihat fenomena berlangsungnya gerhana, mataakan bereaksi seperti melihat dalam kondisi gelap atau redup.

Kelopak mata membuka dan pupil melebar. Saat Bulan bergeser dan Matahari mendadak bersinar lagi, mata kita dalam kondisi pertahanan yang kurang.

Kalau tidak hati-hati, dapat menyebabkan Solar Retinopathy. "Karena cahaya matahari yang tidak tertutup bulan secara penuh menimbulkan risiko kebutaan yang tinggi,” ujar Direktur klinik mata Tritya ini.

Gejala yang dirasakan saat mokula ini mulai terbakar bisa dilihat dengan penglihatan yang menjadi buram, tidak bisa melihat warna dengan jelas dan Metamorhopsia, yaitu melihat garis lurus menjadi bengkok, melihat benda menjadi lebih besar/kecil.

Kalau memang sudah seperti itu bisa langsung ke dokter, tidak semua gejalanya menimbulkan sakit kepala.

Pada umumnya keluhan terjadi pada kedua mata. Pada sebagian besar kasus, tajam penglihatan dapat kembali normal dalam beberapa bulan, tetapi beberapa pasien mengalami kerusakan permanen tajam penglihatan dan skotoma yang menetap.

Oleh karena itu, menyaksikan gerhana matahari ada tipsnya. Gunakan alat yang dilengkapi filter ultraviolet menjelang dan sesaat sesudah gerhana matahari total.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas