DPR Ingin Bangun Perpustakaan Terbesar se Asia Tenggara
Ade berencana membicarakan pembangunan perpustakaan ini dengan semua pihak yang berkepentingan di DPR
Editor:
Hendra Gunawan
Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio mengkiritik rencana DPR untuk membangun pembangunan perpustakaan yang sedianya bisa menyimpan sekitar 600.000 koleksi buku di perpustakaan tersebut.
Di era teknologi yang kini dapat dinikmati perkembangannya, menurut Agus adalah sia-sia dan mubazir pembangunan perpustakaan.
Menurut pengamat ini, jauh lebih efisien lagi efektif jika yang dipilih adalah perpustakaan digital yang kini dikembangkan di banyak lembaga dan negara di dunia.
"Ngapain buat bangunan besar-bangunan. Perpustakaannya digital saja. Murah dan modern," kritiknya.
Dengan bangunan baru khusus untuk perpustakaan, menurutnya juga tidak akan banyak manfaatnya. Bahkan penggunaan dan kunjungan wakil rakyat pun tak akan signifikan ke perpustaakn itu. "Kayak DPR punya waktu aja ke perpus. Publik biar dilayani oleh Perpusnas saja bukan DPR," sindir Agus.
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid berharap pembangunan perpustakaan terbesar se-Asia Tenggara oleh DPR hendaknya tidak menjadi prioritas.
Sebab, prioritas utama para anggota dewan adalah meningkatkan kinerja untuk meraih kepercayaan publik.
"Terkait dengan prioritas DPR yaitu kinerjanya. Kepercayaan publik melalui kinerja yang meningkat," kata Hidayat. (tribun/fer/ikg/mal)