Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Formappi: Ide DPR Buat Perpustakaan Sudah Ketinggalan Zaman

Kalau ide tersebut 25 tahun lalu cukup relevan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - "Ide DPR untuk membuat perpustakaan terbesar di Asia Tenggara itu baik tetapi tidak penting dan sudah ketinggalan."

Demikian kordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang mengkritik rencana DPR untuk membangun pembangunan perpustakaan terbesar di Asia Tenggara.

Karena kata Sebastian, kini eranya sudah berubah. Sekarang sudah masuk era digital jadi perpustakaan dalam bentuk fisik seperti itu dengan sekitar 600.000 koleksi buku yang akan disimpan di perpustakaan, itu sudah ketinggalan.

"Buku-buku itu semua bisa diformat digital sehingga bisa diakses secara Online," ujarnya.

Kalau ide tersebut 25 tahun lalu cukup relevan. "Namun jika baru sekarang akan ditertawakan karena sangat telat," kritiknya.

Menurutnya, DPR lebih baik berpikir bagaimana membangun parlemen modern dengan mengikuti perkembangan dimana sistem teknologi dan informasi menjadi andalan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Bagaimana caranya semua informasi yang dibutuhkan publik dapat denganmudah diakses tanpa harus datang secara fisik ke senayan."

"Bagaimana caranya rapat-rapat DPR dapat disaksikan oleh siapa saja yang merasa penting mengikuti rapat tersebut tanpa harus datang ke Senayan."

Dan berbagai terobosan lainnya sesuai perkembangan saat ini. Hal itu yang penting, daripada ide membangun gedung perpustakaan terbesar itu.

"600.000 koleksi buku yang akan disimpan di perpustakaan ribu buku itu bisa diformat menjadi perpustakaan online kok," cetusnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas