Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

BPK Langsung Surati Kominfo Blokir Video Imam Supriadi yang Tantang Ahok Duel

Yudi menegaskan kembali, Imam Supriadi bukanlah seorang auditor BPK,melainkan staf Biro Sumber Daya Manusia (SDM).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rachmat Hidayat

Laporan wartawan tribunnews.com, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI melalui Kepala Biro Humas dan Kerjasama Internasional BPK RI, R Yudi Ramdan Budiman memastikan, video menantang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnawam atau Ahok yang diunggah Imam Supriadi melalui youtube,  tidak etis dan tidak sesuai dengan undang-undang ITE.

Yudi menegaskan kembali, Imam Supriadi bukanlah seorang auditor BPK,melainkan staf Biro Sumber Daya Manusia (SDM). Dan saat ini  Imam sedang diperiksa secara internal.

"Imam Supriadi bukan auditor BPK. Dia staf di Biro SDM-nya BPK," ujar Yudi saat ditemui di gedung BPK, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (15/4/2016).

Yudi menambahkan, pria yang muncul dalam video 'menantang duel Ahok' tersebut akan memasuki masa pensiun dalam waktu dekat.

"Pak Imam sedang diproses. Langsung diperiksa sesuai ketentuan karena kontennya memang kurang tepat," paparnya.

Terkait dengan video yang telah beredar di media sosial, Yudi menyatakan pihaknya telah melayangkan surat dan meminta Kominfo untuk melakukan pemblokiran terhadap video tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Video Imam dianggap memuat konten yang tidak sesuai dengan undang-undang ITE.

"Sekjen BPK telah melayangkan surat kepada Kominfo untuk meminta pemblokiran dengan alasan mengganggu dan tidak sesuai dengan undang-undang ITE," ia memastikan.

"Tidak proporsional dan dijelaskan dalam surat itu bahwa sikap, pandangan, serta pernyataannya bukan representasi dari lembaga BPK. Itu adalah (sikap) individu," pastinya lagi.

Menanggapi konten dari video tersebut, ia menuturkan, dirinya kaget dan segera mengambil langkah-langkah untuk menahan video tersebut agar tidak tersebar luas dan merugikan nama BPK.

"Kita langsung ambil posisi (pemblokiran video), jangankan media, saya aja kaget. Kami langsung mengambil beberapa langkah tadi," jelasnya.

Hingga kini, Yudi belum mengetahui motivasi Imam terkait dengan pembuatan video yang tidak etis dari sisi substansi.

"Kita nggak tau (motivasinya), jangankan temen-temen, saya juga nggak ngerti. Makanya inspektorat utama kami, bagian unit untuk menginterogasi segala macam, mereview etik," kata Yudi.

"Sekarang sedang turun memanggil yang bersangkutan, mengecek, dan kita akan liat apa sanksinya. Dalam konteks ITE kita sudah meminta kepada kominfo untuk tolong diblokir karena ini kan tidak bagus dari sisi substansi informasi," tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas