Profesor Eddy: Penyimpangannya Begitu Sempurna
Ia menegaskan, Ahok harus paham mengenai audit sebelum ia memberi komentar didepan media.
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Salah seorang petinggi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Eddy Mulyadi Soepardi membalas pernyataan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menuding BPK 'ngaco' dalam melakukan audit terhadap pembelian Rumah Sakit Sumber Waras.
"Saya tidak mengatakan itu, kalo orang mengerti, tidak akan bicara seperti itu, saya tidak mengatakan 'Ahok', saya mengatakan secara umum ini," ujar Eddy saat ditemui di gedung BPK, Jakarta Pusat, Jumat (15/4/2016).
Ia menegaskan, Ahok harus paham mengenai audit sebelum ia memberi komentar didepan media.
"jadi ngaco dan tidak ngaco itu referensinya apa, jadi harus paham audit dulu," katanya.
Lebih lanjut, Eddy menambahkan, auditor tidak pernah menyatakan salah atau benar.
Menurutnya, investigasi BPK berbeda dengan audit keuangan.
"Ada nggak, audit yang ngomong salah dan benar? nggak ada, kita mau memastikan adil nggak, wajar nggak, wajar itu bukan salah benar. Yang dilakukan oleh investigasi BPK memang beda dengan audit keuangan," ujarnya.
Ia memastikan dalam pembelian Rumah Sakit tersebut terdapat kerugian keuangan negara.
"Beberapa kali kemarin kan pak Ketua (BPK), saya juga di istana ditanya, saya sudah katakan audit investigasi sudah selesai, dan saya yakinkan dan saya pastikan ada kerugian keuangan negara," ujarnya.
Eddy menjelaskan dengan yakin, penyimpangan tersebut menurutnya sangat sempurna.
"Kenapa ada kerugian negara, penyimpangannya begitu sempurna. jadi kalo penyimpangannya tidak ada, kita bilang kerugian negara, itu ngaco," katanya.(Fitri Wulandari)