Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Abu Bakar Baasyir Mengeluh Banyak Nyamuk di Lapas

Blok D1 merupakan satu diantara empat blok ada di Lapas berstatus khusus ini.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Ardhi Sanjaya

TRIBUNNEWS.COM, GUNUNGSINDUR - Malam pertama mendekam di blok D1 Lembaga Permasyarakatan (Lapas) kelas III Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Abu Bakar Baasyir (ABB) tidur ditemani nyamuk.

Blok D1 merupakan satu diantara empat blok ada di Lapas berstatus khusus ini.

Selama dioperasikan, blok dengan delapan ruangan ini baru pertama kali diisi oleh terpidana teroris, Abu Bakar Baasyir.

"Hari pertama semalam bisa tidur nyenyak, cuma memang masih banyak nyamuk," kata Kepala Lapas kelas III Gunungsindur, Gumilar Budimulya, kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (17/4/2016).

Ruangan yang ditempati ABB luasnya seluas 5 x 6 meter ini adalah ruangan baru yang belum ada penghuninya.

Keluhan Baasyir soal nyamuk ini pun langsung direspon oleh Gumilar.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami pasangi ram nyamuk, memang sebelumnya belum dikasih kawat nyamuk," katanya.

Blok D sendiri, terdiri dari delapan ruangan, satu ruangan luasnya 5 x 6 meter.

Nasi Lembek

Abu Bakar Baasyir (ABB) minta disiapkan nasi lembek kepada petugas Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas III Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Hal itu diungkapnya Kalapas Gunungsindur, Gumilar Budimulya kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (17/4/2016).

Pria kelahiran Jombang, Jawa Timur, 17 Agustus 1938 ini, memang sudah memasuki usia renta.

Gumilar Budimulya menegaskan, tidak ada perlakuan khusus yang diberikan pada terpidana kasus terorisme itu.

"Tidak ada perlakukan khusus, ustadz cuma minta nasi lembek saja," kata Gumilar saat dihubungi oleh TribunnewsBogor.com, Minggu
(17/4/2016).

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas