Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Puti Guntur Soekarno: Emansipatoris Memberi Jalan Peran Perjuangan Kaum Perempuan

Menurut Puti, dari sejumlah surat korespondensi Kartini dengan Abendanon, dia terkesan pada satu surat dengan kalimat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rachmat Hidayat
zoom-in Puti Guntur Soekarno: Emansipatoris Memberi Jalan Peran Perjuangan Kaum Perempuan
NET
Puti Guntur Soekarno 

Catatan-catatan Soekarno tentang perempuan itu, bahkan sudah dijadikan bahan ajar dalam kursus-kursus perempuan di awal kemerdekaan.

Buku Sarinah terbit pertama kali tahun 1947, itu terdiri atas 6 bab, setebal 329 halaman. Bab 1 - Soal Perempuan; Bab 2 - Laki-laki dan Perempuan; Bab 3 - Dari Gua ke Kota; Bab 4 - Martiarchart dan Patriarchat; Bab 5 - Wanita Bergerak; dan Bab 6 - Sarinah dalam Perjoangan Republik Indonesia.

Buku Sarinah karya Bung Karno adalah lampu pijar bagi bangsa ini untuk memahami posisi kaum perempuan Indonesia.

"Bung Karno berupaya mengungkapkan makna kemerdekaan dan kesetaraan perempuan ala Indonesia, bukan yang lain. Bung Besar menentang keras pergerakan feminisme Eropa yang menurutnya, mau menyamaratakan saja perempuan dengan laki-laki (hal. 11)," kata dia.

Bung Karno, kata Puti, lebih mendukung gagasan Ki Hadjar Dewantara yang mengingatkan agar bangsa Indonesia tidak tergesa-gesa meniru cara modern atau cara Eropa, meski jangan pula terikat oleh paham konservatif. "Melainkan mencocokkan segala hal sesuai dengan kodratnya," katanya.

Bagi Bung Karno, berbicara tentang kesetaraan perempuan maka bicara kesetaraan dalam segala aspek, namun juga tidak berarti sekaligus menyamaratakan perempuan begitu saja dengan laki-laki.

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas