Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Gannet, Pesawat Pemburu Kapal Selam yang Pernah Dimiliki TNI AL

TNI Angkatan Laut pernah merasakan satu dasawarsa memilki alutsista yang disegani di belahan Selatan pada dekade 1960-an.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Gannet, Pesawat Pemburu Kapal Selam yang Pernah Dimiliki TNI AL
Angkasa/Rangga Baswara Sawiyya
Pesawat Gannet TNI AL. 

Pesawat baru ditemukan secara tak sengaja setahun kemudian di Gunung Salahatu.

Tak sempat beristirahat lama, Gannet kembali memenuhi panggilan tugas dalam operasi Dwikora antara 1964 – 1966 untuk mengawasi perairan di sepanjang perbatasan Singapura hingga Selat Karimata.

Pesawat ditempatkan di Tanjung Pinang.

Gannet juga terbang dari Denpasar, Bali guna memantau pergerakkan kapal lawan di wilayah selatan Samudra Hindia.

Seperti bak senjata makan tuan, Inggris harus menghadapi senjata buatannya sendiri.

Dengan digunakananya Gannet oleh TNI AL makin membuat Inggris berang, hingga memutuskan pasokan suku cadangnya.

Dalam konflik ini Inggris juga menggunakan Gannet AEW.3 yakni versi Airborne Early Warning yang dioperasikan oleh Fleet Air Arm, Squadron No.849.

Rekomendasi Untuk Anda

Dengan pecahnya pemberontakan PKI September 1965 yang berujung dengan bergantinya kekuasaan Pemerintahan RI, konflik bersaudara dengan Malaysia berakhir damai di atas meja perundingan.

Meskipun hubungan diplomatik dengan Inggris telah kembali normal, tapi suku cadang pesawat Gannet TNI AL tak mendapatkan gantinya.

Lambat laun kinerja pesawat mulai menurun dan dengan terpaksa Dispenerbal akhirnya melakukan kanibalisasi agar pesawat tetap bisa operasinal.

Awal tahun 1970-an diputuskan seluruh Gannet tersisa harus beristirahat panjang.

Walau dalam dua operasi militer yang dijalaninya Gannet tak pernah melepaskan senjatanya untuk melumat lawan, namun Si Gembul memasuki masa purna bakti dengan terhormat sebagai veteran perang sejati.

Beberapa Gannet kini dapat dijumpai dalam bentuk monumen. Salah satunya adalah di Museum Satria Mandala, Jakarta.

Sumber: Majalah Angkasa

Penulis: Rangga Baswara Sawiyya

Sumber: Angkasa
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas