Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tujuh WNI Disandra di Filipina, Menlu Hidupkan Kembali Crisis Centre

Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi mengatakan pihaknya akan segera membuka Crisis Center guna penanganan penyanderaan Warga Negara Indonesia di Fil

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Tujuh WNI Disandra di Filipina, Menlu Hidupkan Kembali Crisis Centre
Srihandriatmo Malau/Tribunnews.com
Menlu RI Retno LP Marsudi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Amriyono Prakoso

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi mengatakan pihaknya akan segera membuka Crisis Center guna penanganan penyanderaan Warga Negara Indonesia di Filipina pada 20 Juni 2016 lalu.

Crisis centre tersebut dibuka sebagaimana yang telah dilakukan pada dua kasus penyanderaan sebelumnya.

"Karena itu kita hidupkan lagi crisis Center Untuk menangani penyanderaan ini," ujarnya di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Jumat (24/6/2016)

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi mengkonfirmasi bahwa telah terjadi penyanderaan kepada tujuh orang WNI di laut Sulu, Filipina Selatan dengan dua tahap.

"Saya dapat mengonfirmasi bahwa telah terjadi penyanderaan warga negara Indonesia secara dua tahap pada hari yang sama," ujarnya di Kantor Kemenlu, Jakarta, Jumat (24/6/2016).

Retno menjelaskan bahwa hal itu terjadi sekitar pukul 11.30 waktu setempat dan pukul 12.45 waktu setempat pada 20 Juni 2016 oleh dua kelompok bersenjata berbeda.

Rekomendasi Untuk Anda

Dua kejadian tersebut menimpa Kapal Tugboat Charles 001 dan Kapal Tongkang Roby 152 yang membawa 13 ABK dan tujub diantaranya disandera.
Sementara sisanya, sedang menuju Samarinda.

"Enam yang dibebaskan, sudah menuju Samarinda," imbuhnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas