Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gories Mere Diangkat sebagai Staf Khusus Presiden, PP Pemuda Muhammadiyah: Sayang Sekali

Keputusan Presiden Jokowi mengangkat Gories Mere, menurut Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, ahistoris.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Willem Jonata
zoom-in Gories Mere Diangkat sebagai Staf Khusus Presiden, PP Pemuda Muhammadiyah: Sayang Sekali
Tribunnews.com/Amriyono Prakoso
Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak di kantor ICW, Jakarta, Minggu (11/10/2015). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo, yang mengangkat Gories Mere sebagai staf khusus Presiden.

Dahnil dalam konfrensi pers di kantor PP Muhamadiyah, Jakarta Pusat, Jumat (15/7/2016), mengaku yakin Gories yang merupakan mantan mantan Kepala Densus 88, akan menangani soal terorisme dan intelijen. Padahal, rekam jejak Gories tidaklah mulus.

"Keputusan Jokowi mengangkat Gories Mere menurut kami ahistoris," katanya.

Ia menuduh Gories yang merupakan salah satu pendiri Densus 88, sebagai orang yang menggagas stigmatisasi terhadap kelompok tertentu sebagai pelaku teror.

"Kita sayang sekali kemudian dia jadi staf khusus bidang intelijen," ujarnya.

Penunjukan Gories sebagai staf khusus dilakukan bersama penunjukan Diaz Hendropriyono, putra mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Hendropriyono.

Rekomendasi Untuk Anda

Hal itu pertama kali diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Namun, hingga kini belum dijelaskan secara spesifik tugas pokok dua staf khusus baru tersebut.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas