Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Luhut Pandjaitan Singgung Bisnis Martabak Putra Jokowi

Luhut bertanya soal perkembangan bisnis martabak yang sedang dirintis Gibran.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Luhut Pandjaitan Singgung Bisnis Martabak Putra Jokowi
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Jend. TNI. Purn. Luhut Binsar Panjaitan. 

TRIBUNNEWS.COM, TOBA SAMOSIR - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Pandjaitan punya kisah tersendiri soal martabak Markobar yang dirintis putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming.

Saat bicara di depan ratusan siswa SMA Unggul Del, Laguboti, Toba Samosir, Sabtu (23/7/2016), Luhut menceritakan salah satu pengalamannya bertemu Gibran.

Pada bulan puasa lalu, Luhut diundang presiden untuk buka puasa bersama.

Gibran ikut hadir mendampingi sang ayah.

Setelah bersalaman dengan beberapa tamu, giliran Gibran menghampiri Luhut.

Dia memberi salam dan berbincang sebentar.

Tidak banyak yang mereka bicarakan. Bukan soal politik. Mereka bicara soal martabak.

Martabak Kota Barat (Markobar) racikan Putra sulung Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka.
Rekomendasi Untuk Anda

Luhut bertanya soal perkembangan bisnis martabak yang sedang dirintis Gibran serta soal rencana merambah bisnis baru di luar kuliner.

"Bulan puasa yang lalu, saya buka bersama dengan Presiden. Gibran datang. Saya tanya, 'Bran, bisnisnya bagaimana? Akan nambah bisnis baru?' Terus dia bilang, 'saya bisnis katering dan martabak saja. Tidak mau aneh-aneh," ujar Luhut.

Jawaban Gibran sontak membuat Luhut heran.

Anak seorang Presiden tidak mau memanfaatkan jabatan bapaknya untuk meraup keuntungan.

Menurut Luhut tidak mudah menemui anak muda yang mau berdikari, berdiri di atas kaki sendiri.

Setelah pertemuan itu, kemanapun dia pergi Luhut selalu bercerita tentang usaha martabak Gibran.

Bahkan ketika Luhut sedang melakukan perjalanan ke luar negeri.

Sekarang, kata Luhut, sudah tidak zamannya lagi seorang pejabat memanfaatkan jabatannya untuk jalan mudah keluarga.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas