Tribun

Jokowi dan Presiden Guinea Bahas Peningkatan Kerjasama Perdagangan

Penandatanganan kesepakatan tersebut telah dilakukan dalam pertemuan tersebut.

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Johnson Simanjuntak
Jokowi dan Presiden Guinea Bahas Peningkatan Kerjasama Perdagangan
Dokumentasi Biro Pers Istana Kepresidenan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hasil pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Presiden Guinea Alpha Condé hari ini yakni Pemerintah Indonesia dan Guinea sepakat untuk saling mendorong peningkatan perdagangan ekspor dan impor.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang memberikan keterangan usai pertemuan menerangkan, peningkatan kerja sama ekonomi menjadi salah satu yang dibahas dalam pertemuan bilateral tersebut.

"Presiden Jokowi mendorong agar kiranya perdagangan ekspor impor dapat ditingkatkan dari Indonesia ke Guinea dan sebaliknya. Yang kedua, Presiden Guinea juga meminta agar investor Indonesia dapat menanamkan investasinya, terutama untuk dua bidang, yaitu bidang pertanian dan bidang pertambangan," kata Retno di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (3/8/2016).

Retno mengatakan, Guinea sendiri dikenal kaya dengan beberapa sumber daya alam pertambangan seperti bauksit dan emas. Selain itu, di masa lalu Guinea merupakan lumbung padi di Afrika Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo juga menyetujui permohonan pengembangan kapasitas teknis dari Presiden Guinea terkait tiga bidang, yakni, pertanian, energi, dan penerbangan.

"Karena di bidang pertanian ini sangat diperlukan oleh Guinea. Presiden Condé mengatakan ada sekitar 6 juta hektar lahan pertanian yang dapat dikelola. Presiden tadi sudah memberikan pengarahan bahwa pemberian kapasitas di bidang pertanian akan segera dikedepankan dan ditindaklanjuti," kata Retno.

Selain itu, Presiden Joko Widodo dan Presiden Condé sepakat untuk membentuk sidang komisi bersama dalam upaya meningkatkan kerja sama bilateran antara kedua negara.

Penandatanganan kesepakatan tersebut telah dilakukan dalam pertemuan tersebut.

"Jadi dengan sidang komisi bersama, berarti akan ada satu forum di mana kedua belah pihak akan bertemu secara rutin untuk membahas mengenai upaya peningkatan kerja sama bilateral. Dan forum yang pertama diusulkan akan diadakan tahun depan di Guinea," kata Retno.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian Pending Dadih Permana, dan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Desra Percaya.

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas