Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rizal Ramli Sindir Penggusuran di DKI Saat Ikuti Upacara Bersama Warga Bukit Duri

Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli memberikan sambutan dalam upacara HUT ke-71 RI.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Rizal Ramli Sindir Penggusuran di DKI Saat Ikuti Upacara Bersama Warga Bukit Duri
Tribunnews.com/ Wahyu Aji
Mantan Menteri Koordinator Maritim Rizal Ramli hadir dalam upacara peringatan Kemerdekaan RI bersama warga, Rabu (17/8/2016). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli memberikan sambutan dalam upacara HUT ke-71 RI.

Ia mengikuti upacara di permukiman warga Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (17/8/2016).

Rizal menyindir soal rencana pemerintah provinsi DKI Jakarta yang akan menggusur permukiman warga Bukit Duri.

Menurutnya, penggusuran tak sesuai dengan amanat pancasila.

"Jangan sampai Pancasila hanya jadi jampi-jampi apa yang diomongkan, supaya cita-cita kemerdekaan, kemakmuran dan kesejahteraan bisa dicapai."

"Tapi kalau tidak dilaksanakan jusru bertentangan, membuat kita semakin jauh dari kemakmuran kesejahteraan dan kedamaian," kata Rizal.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, jika dilakukan sesuai Pancasila harusnya dilakukan secara manusiawi.

Bukan penggusuran tapi pembaruan kota.

Pembaruan kota ini, kata Rizal, bisa dilakukan dengan pembangunan serupa apartemen empat lantai bagi warga Bukit Duri.

Dari luas wilayah 2,3 hektar yang ada di Bukit Duri, masing-masing warga bisa diberi jatah lahan seluas 50 meter persegi untuk ganti tempat tinggal.

Rizal kemudian mengkalkulasi lahan sisanya seluas 1,5 hektar untuk pembangunan taman dan tempat bermain.

Apabila pembangunan lahan itu diserahkan ke pihak swasta, Pemprov DKI setidaknya bisa meraup keuntungan hingga Rp400 miliar.

"Uang itu bisa digunakan untuk pembangunan di Bukit Duri. Warga bisa dapat gratis, tidak perlu bayar uang sewa," kata Rizal.

Dirinya juga membandingkan dengan kompensasi yang diberikan Pemprov DKI bagi warga Bukit Duri saat ini.

Warga mesti pindah ke rumah susun sewa (rusunawa) Rawa Bebek, Jakarta Timur yang lokasinya jauh dan berada di pinggiran ibu kota.

Belum lagi biaya sewa rusunawa yang mencapai Rp1,2 juta per bulan.

Lebih lanjut Rizal mengkritik Pemprov DKI yang selama ini menggusur permukiman warga dengan mengerahkan ratusan aparat keamanan.

Bahkan tak jarang penggusuran ini berujung kekerasan hingga menyebabkan tangisan.

"Di Eropa menggusur binatang saja jadi masalah, apalagi menggusur manusia," katanya.

Lebih lanjut dirinya menyayangkan pemprov DKI yang tak pernah melakukan musyawarah untuk melakukan penggusuran pada warga.

Menurutnya, penataan di ibu kota mestinya bisa dilakukan tanpa perselisihan antara pemerintah dengan masyarakat.

"Kalau niatnya sesuai Pancasila ya harus manusiawi, jangan sok kuasa. Kita bisa bangun Jakarta tanpa tangisan," katanya.

Kehadiran Rizal disambut gembira puluhan masyarakat yang hadir.

Dirinya langsung menyalami warga seraya menyerukan ‘Merdeka’ di hadapan masyarakat dan anak-anak sekolah peserta upacara.

Ditengah panas terik matahari, upacara peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 pun dimulai.

Masyarakat tampak antusias mengikuti jalannya prosesi upacara.

Terlihat saat para peserta upacara begitu semangat mengikuti pembacaan Pancasila.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas