Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Buku Sejarah Trimurti Pendiri Pondok Gontor Diharapkan Bisa Diangkat ke Layar Lebar

Selanjutnya tim Etifaq Production akan kembali menggelar launching buku yang ketiga di Malang, Jawa Timur pada 27 Agustus 2016.

Buku Sejarah Trimurti Pendiri Pondok Gontor Diharapkan Bisa Diangkat ke Layar Lebar
Tribunnews.com/Husein Sanusi
Launching buku Sejarah Trimurti pendiri Pondok Modern Gontor di Tajammuk Resto Cafe, Jakarta, Sabtu 21 Agustus 2016. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Buku yang bercerita tentang sejarah pendiri Pondok Modern Gontor, Trimurti, sukses di launching di dua kota Jakarta dan Bandung pada Sabtu dan Minggu (20-21/8/2016).

Buku yang mengisahkan tentang perjalanan tiga bersaudara, KH Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fananie, KH Imam Zarkasyi dalam mendirikan Pondok Modern Gontor ini mendapat respons positif dari para alumni Pondok Modern Gontor dan masyarakat umum.

Pada launching yang digelar di Tajammu Resto Cafe, Jakarta, Pemimpin Majalah Gontor, Mohammad Emnis Anwar, yang hadir di acara tersebut berharap buku ini bisa diangkat ke layar lebar.

"Kita berharap, buku yang ditulis melalui riset ini menjadi buku best seller, saya juga berharap jika nantinya dari buku ini ketokohan Trimurti bisa diangkat di layar lebar,” kata Emnis.

Emnis menjelaskan, penulisan buku sejarah Trimurti yang ditulis oleh Tim Etifaq Production (alumni Laviola 2000) merupakan sebuah terobosan baru karena baru kali ini sejarah Trimurti ditulis melalui sebuah riset.

Emnis juga berharap kepada para penulis agar siap untuk menerima kritik dari para pembaca, sebab cara seseorang memandang sebuah sejarah pasti akan berbeda pandangan dari mana sudut yang dilihat.

“Kalau ada yang mengkritisi atas kekurangan harus diterima dengan baik sebagi masukan,” kata Emnis yang juga menjabat Ketua Yayasan Universitas Djuanda Bogor tersebut.

Hadir pula di acara launching tersebut mantan Wartawan Senior Grup Kompas Gramedia, Uki M Kurdi, yang berkesempatan menyampaikan testimoni atas terbitnya buku tersebut.

"Saya melihat pengambilan angel pada penulisan buku ini tidak monoton. Para penulisnya menyajikannya dalam bahasa umum yang mudah dicerna pembaca dan yang menarik buku ini mencetitakan tentang sisi-sisi humanis seorang tokoh (human interest story)," kata Uki.

Bukan hanya di Jakarta, launching buku Trimurti juga mendapat respons positif di Kota Kembang Bandung. Pada launching yang digelar di Pesantren Al Aqsha, Jatinangor, Bandung, antusias peserta untuk mengikuti acara ini cukup besar.

Bahkan para santri Pesantren Al Aqsa yang dilibatkan mengikuti acara launching bersama dengan Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Cabang Bandung, berebut untuk mendapatkan buku tersebut.

Selanjutnya tim Etifaq Production akan kembali menggelar launching buku yang ketiga di Malang, Jawa Timur pada 27 Agustus 2016. Bedah buku juga akan digelar di kampus Pondok Modern Gontor pada 2 September 2016 nanti.

Buku sejarah Trimurti ditulis oleh tiga penulis, Muhammad Husein Sanusi, Wiyanto Suud dan Khoirul Imam. Penulis mendapat dukungan penuh dari para alumni gontor angkatan tahun 2000 yang diketuai Munif Attamimi dan Danie Harianto sebagai ketua Etifaq Production.

Buku ini adalah buku wakaf yang royaltinya akan diserahkan ke Pondok Modern Gontor. Selain itu, buku sejarah Trimurti akan jadi persembahan Laviola 2000 ke Pondok Modern Gontor yang akan merayakan peringatan 90 tahun Gontor pada 19 September nanti.

Ikuti kami di
Penulis: Husein Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas