Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Effendi Ungkap Sulitnya Mendapatkan Video Saat di Nusakambangan

Effendi Gazali buka-bukaan soal pengalamannya bergabung selama sebulan penuh dengan Tim Investigasi Polri

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Effendi Ungkap Sulitnya Mendapatkan Video Saat di Nusakambangan
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Anggota Tim Pencari Fakta Gabungan pengakuan Freddy Budiman yang juga pakar komunikasi politik Effendi Ghazali saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Kamis (11/8/2016). Tim Pencari Fakta Gabungan bertugas membuktikan ada tidaknya dugaan keterlibatan pejabat Polri sebagaimana testimoni Freddy yang ditulis Haris Azhar dengan masa investigasi selama satu bulan yang kemudian akan dievaluasi. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Anggota Tim Investigasi Polri, Effendi Gazali buka-bukaan soal pengalamannya bergabung selama sebulan penuh dengan Tim Investigasi Polri untuk mengungkap kebenaran "nyanyian" Freddy Budiman.

"Kami perwakilan dari eksternal Polri memeriksa sendiri adik kandung Freddy. Selain itu kami juga ke Nusakambangan dan memeriksa terpidana hukuman mati. Kami dibiarkan memeriksan sendiri, kami yakini dapat pengakuan yang terbuka," ujarnya, Kamis (15/9/2016) di STIK/PTIK, Jakarta Selatan.

Selanjutnya, menurut Effendi bagian yang cukup menyulitkan tim yakni pihak Lapas sempat lama memberikan jawaban ketika tim menanyakan kebenaran video testimoni Freddy.

"‎Awalnya video itu sangat sulit diperoleh, mereka tidak mau ngaku. Setelah berbicara 45 menit dan melalui pendekatan akhirnya mereka bilang itu ada di Kemenhum HAM dan bagian dari property," terangnya.

Menurut Effendi, video itu sangat serius dimana video dibuat oleh dua petugas Kemenhum HAM yang secara khusus mewawancarai Freddy menggunakan kamera dan klip on.

Akhirnya karena sudah ada di tangan Menkum HAM, tim pun meminta bantuan Kapolri berkoordinasi dengan Menkum HAM meminta kopian video tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas