Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Laura Aurelia, Sosok Pekerja Keras yang Pantang Menyerah

Laura Aurelia Dinda, seorang atlet renang asal Kalimantan Timur mengalami perjuangan yang berat sebelum akhirnya sukses menjadi atlet.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Content Writer
zoom-in Laura Aurelia, Sosok Pekerja Keras  yang Pantang Menyerah
dok. Pemprov Jabar
Laura Aurelia Dinda , atlet renang asal Kalimantan Timur, meraih medali perak pada ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV di Jawa Barat. 

Laura Aurelia Dinda, seorang atlet renang asal Kalimantan Timur mengalami perjuangan yang berat sebelum akhirnya sukses menjadi atlet.

Pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) yang lalu, kedua kaki Laura masih normal. Namun, musibah datang dan membuatnya harus menggunakan kursi roda.

Di titik inilah, Laura menghadapi tantangan demi tantangan dalam menjalankan profesinya sebagai seorang atlet.

Akan tetapi, tak ada kata menyerah bagi Laura Aurelia Dinda, ia terus berja keras  hingga akhirnya membuahkan hasil meraih medali perak pada ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV di Jawa Barat.

Memasuki podium, wajah Laura  masih menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Namun,  itu tak menghentikannya untuk tetap tersenyum kepada setiap orang yang ditemuinya.

Setelah pengalungan medali, Laura tak bisa segera beristirahat.

Perempuan 17 tahun tersebut dengan sabar melayani permintaan foto bersama baik dari rekan sesama atlet, offisial, maupun wartawan.

Rekomendasi Untuk Anda

Senyuman yang mengembang tak pernah lepas dari wajahnya.

Nama lengkapnya Laura Aurelia Dinda. Ini merupakan kali pertama dirinya Peparnas. Laura bercerita bahwa ia telah menekuni olahraga renang sejak kelas 3 SD.

“Namun, saat Popda  saya terjatuh. Ya terus, jadi seperti ini,” ucap Laura sembari menunjuk ke arah kursi roda. Laura bercerita bahwa alasan pertama menekuni sebagai atlet karena ia mengidap asma. Lama kelamaan, olahraga menjadi hobi untuknya.

Talentanya yang kemudian membawa Laura bisa mengikuti Peparnas.

Selain itu, sebagai anak tunggal, ia pun didukung penuh oleh keluarganya, untuk menjadi seorang atlet.

Menurut atlet yang mewakili Kalimantan Timur ini, dulu ia mengikuti Popda saat kedua kakinya masih normal.

Namun, setelah musibah tersebut, tantangan demi tantangan mesti dilalui oleh Laura.

“Teman-teman saya yang atlet normal sering bertanya ‘Ngapain sih ikutan yang kaya gitu? Kenapa gak berhenti aja,” ucap Laura menirukan pertanyaan dari rekannya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas