Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Operasi Pemberantasan Pungli

Jokowi: Banyak yang Pintar-pintar Tapi Senangnya Lakukan Pungli

Presiden Joko Widodo menyinggung soal pungutan liar yang menurutnya penyakit yang telah lama dibiarkan.

Jokowi: Banyak yang Pintar-pintar Tapi Senangnya Lakukan Pungli
youtube
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo blusukan. 

TRIBUNNEWS.COM, CILEGON - Saat bersilaturahim dengan pengurus besar Al-Khairiyah di Kampus Al-Khairiyah, Cilegon, Banten, Presiden Joko Widodo menyinggung soal pungutan liar yang menurutnya penyakit yang telah lama dibiarkan.

"Banyak yang pintar-pintar, tapi senangnya mungli (melakukan pungutan liar). Ini yang menjadi penyakit bangsa kita," ujar Presiden, Sabtu (22/10/2016).

Presiden Jokowi mengatakan, integritas dan kejujuran merupakan salah satu dari sekian banyak nilai-nilai yang menurut Presiden perlu dijunjung tinggi oleh masyarakat Indonesia.

Baca: Margarito: Pungli Disikat, Kontribusi Tambahan dalam Proyek Reklamasi Dibiarkan

Baca: Tarik Pungli dari Ratusan Siswa, Kepala Sekolah di Sulut Dinonaktifkan

Presiden Jokowi menilai pungli menjadi perhatian khusus pemerintah belakangan ini.

Presiden Jokowi merasa dirinya perlu untuk turun tangan langsung, apalagi Indonesia kini sedang berusaha agar mampu menjadi negara yang ramah investasi.

"Dari survei kemudahan berinvestasi, Indonesia ada di nomor 109. Singapura di nomor satu, Malaysia nomor 18, Thailand nomor 49. Jangan ditepukin, ada yang mau tepuk tangan. Inilah persoalan besar kita," kata Presiden Jokowi.

Oleh karenanya, Presiden Jokowi mengingatkan bahwa Indonesia tidak hanya membutuhkan sumber daya manusia yang cerdas, tapi juga yang memiliki integritas dan kejujuran untuk bersama mengelola negara Indonesia ini.

Jokowi pun sempat bercerita tentang pengalamannya yang pernah dihadapinya saat mengurus perizinan berpuluh tahun lampau yang mungkin masih bisa ditemui hingga kini.

"Tahun 87-88, mau urus izin berbelit-belit dan diminta ini itu di setiap meja. Pasti diminta rupiah tertentu. Inilah yang harus kita selesaikan kalau kita ingin peringkat kita naik. Oleh sebab itu dibutuhkan SDM yang memiliki integritas," kata Presiden Jokowi.

Ikuti kami di
Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas